LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Kontingen SMKN 2 Lamongan tampil memukau di Lamongan Night Carnival yang digelar Pemerintah Kabupaten Lamongan, Sabtu (12/9).
Mengusung tema ‘’Pangan Kuat, Indonesia Hebat”, sekolah tersebut menghadirkan figur Dewi Sri dan Janda Sri sebagai representasi kesuburan, perjuangan, dan kemandirian pangan.
Baca Juga: Hindari Motor Putar Balik, Truk Nyangkut di Median Jalan Nasional Lamongan - Babat
Penampilan tersebut menjadi cara SMKN 2 Lamongan untuk menyampaikan pesan penting tentang ketahanan pangan. Bahwa pangan bukan sekadar soal ketersediaan makanan, melainkan juga hasil dari perjuangan, kerja keras, dan kepedulian dalam menjaga sumber kehidupan.
Kepala SMKN 2 Lamongan Roni Zuzun Nasution, S.Kom., M.Kom. mengatakan, pemilihan Dewi Sri dan Janda Sri memiliki makna yang erat dengan kehidupan masyarakat, khususnya dalam menjaga keberlangsungan pangan.
Dewi Sri, lanjut dia, dikenal sebagai simbol kesuburan, kemakmuran, dan kesejahteraan. Kehadirannya menggambarkan harapan akan tanah yang subur, pertanian yang maju, serta hasil panen yang melimpah.
‘’Melalui figur Dewi Sri, kami ingin menggambarkan bahwa kesuburan tanah dan hasil bumi merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Pangan harus terus dijaga karena menjadi sumber kehidupan,” ujar Roni.
Sementara itu, figur Janda Sri menggambarkan keteguhan, kerja keras, dan perjuangan dalam menjaga kehidupan serta memenuhi kebutuhan keluarga. Sosok tersebut juga menjadi representasi perjuangan para petani dan keluarga, dalam mempertahankan keberlangsungan pangan di tengah berbagai tantangan.
Menurut Roni, perpaduan kedua figur tersebut menjadi pesan bahwa ketahanan pangan harus dibangun bersama. Mulai dari menjaga lingkungan, menghargai hasil bumi hingga menghormati perjuangan para petani.
Dari hamparan sawah hingga tersaji di meja makan, setiap butir beras memiliki cerita panjang tentang kerja keras dan pengorbanan. Karena itu, pangan tidak hanya harus tersedia, tetapi juga dijaga dan dikelola secara berkelanjutan.
‘’Dewi Sri membawa pesan tentang kesuburan dan kemakmuran. Sedangkan Janda Sri membawa semangat perjuangan dan keteguhan. Keduanya kami hadirkan sebagai simbol harapan akan Indonesia yang mandiri, kuat, sejahtera, dan berdaulat dalam pangan,” jelasnya.
Melalui Lamongan Night Carnival, kontingen SMKN 2 Lamongan juga mengajak masyarakat untuk semakin menghargai hasil bumi dan perjuangan para petani.
Kesadaran menjaga ketahanan pangan, menurut Roni, menjadi tanggung jawab bersama demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang. Pesan tersebut dirangkum dalam semangat, ‘’Dari Tanah Lamongan, Tumbuh Harapan. Dari Pangan, Terbangun Kedaulatan’’.
Dengan kreativitas dan pesan budaya yang diangkat, penampilan kontingen SMKN 2 Lamongan diharapkan tidak hanya menjadi suguhan menarik dalam Lamongan Night Carnival, tetapi juga mampu mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga pangan sebagai salah satu kekuatan bangsa. (lam/ind)
Editor : Indra Gunawan