LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Jajaran Manajemen Jawa Pos Radar Bojonegoro melakukan audiensi bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di ruang kerja bupati, Senin (7/9).
Dalam obrolan yang santai itu, banyak isu menarik yang mulai dibahas bersama dalam mendukung kemajuan Kabupaten Lamongan.
Pertemuan ini juga membahas rencana Jawa Pos Radar Bojonegoro Awards 2026. Bupati Yes bakal menerima penghargaan dalam ajang bergengsi tersebut, sebagai tokoh publik yang konsisten dalam menjaga ketahanan pangan di wilayahnya.
Baca Juga: Pengerjaan Pengecoran Dikebut, Arus Lalin Ruas Jalan Dradah - Kedungpring, Lamongan Dialihkan
Bahkan status lumbung pangan di Lamongan ini belum tergeser karena terobosan yang dilakukan pemerintah daerah dalam mendorong petani, untuk terus menanam padi dan melakukan pengelolaan pertanian berbasis digitalisasi (modernisasi pertanian).
Bupati Yes mengatakan, PDRB terbesar ditopang oleh sektor pertanian. Sehingga pemerintah terus berusaha agar petani Lamongan ini tidak merasa kekurangan apapun.
Dalam masa tanam kedua ini, terang dia, pemerintah berhasil menyelamatkan ribuan hektare lahan dari ancaman kekeringan, dengan dukungan Kementerian Pertanian melalui bantuan pompanisasi.
Ratusan pompa digelontorkan untuk petani, sehingga air dari waduk maupun rawa bisa sampai ke pertanian dengan lancar. Kemudian Pemkab Lamongan terus melakukan normalisasi dan perbaikan waduk hingga jaringan irigasi.
Baca Juga: Empat Mobil Terlibat Laka Beruntun di Jalan Nasional Lamongan - Babat
Saat ini petani tentunya berbahagia karena harga padi tembus Rp 8.400-8.500 per kilogram (kg). Selain itu, digitalisasi pertanian juga terus diterapkan melalui alat tanam modern hingga alat panen modern.
‘’Kita juga dibantu dari Komdigi alat untuk mengecek kualitas air dan kondisi tanah, sehingga petani tidak perlu ke sawah karena bisa memantau dari jauh,” ujar Bupati Yes.
Direktur Jawa Pos Radar Bojonegoro Bachtiar Febrianto memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Lamongan, karena komitmennya dalam menjaga status lumbung pangan baik tingkat provinsi maupun nasional.
Komitmen ini juga diikuti dengan solusi untuk menangani masalah yang dirasakan petani, sehingga proses pertanian bisa berjalan normal dan produksi tidak terganggu.
Kabupaten Lamongan selama lima tahun berturut-turut menjadi penghasil beras terbesar di Jawa Timur. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan