Sebulan Terjadi 44 Kasus Kebakaran di Lamongan

Indra Gunawan • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 21:35 WIB
Petugas Damkar bersama lintas sektoral berjibaku melakukan pemadaman di salah satu titik. (ISTIMEWA/RADAR LAMONGAN)
Petugas Damkar bersama lintas sektoral berjibaku melakukan pemadaman di salah satu titik. (ISTIMEWA/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Potensi musibah kebakaran di wilayah Kabupaten Lamongan meningkat signifikan selama Agustus 2026.

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Lamongan mencatat, sebanyak 44 kejadian kebakaran melanda berbagai titik sepanjang bulan lalu.

Baca Juga: Eksepsi Terdakwa Pencurian Peralatan Kapal di Kecamatan Brondong Ditolak Majelis Hakim Pengadilan Ne

Dari puluhan kasus tersebut, peristiwa kebakaran lahan mendominasi. Berdasarkan data operasional, dari total 44 kejadian, sebanyak 25 kasus merupakan kebakaran lahan.

Sisanya meliputi 9 rumah warga, 1 lapak kios, 1 kandang sapi, 3 tumpukan sampah, 2 tumpukan kayu, serta 1 lokasi limbah pabrik.

Selain penanganan internal, petugas Damkar Lamongan juga sempat dikerahkan sebanyak dua kali untuk bantuan kendali operasi (BKO) di luar wilayah Lamongan.

​‘’Dimana saat ini paling banyak kebakaran lahan yang belum diketahui penyebabnya,’’ terang Kasatpol PP Lamongan Achmad Edwyn Anedi melalui Rayin, Kabid Damkar Satpol PP Lamongan.

Dia menjelaskan, rentetan insiden kebakaran tersebut dipicu oleh beragam faktor. Mulai dari korsleting arus pendek listrik, lemparan puntung rokok yang membakar lahan kering, hingga perapian tradisional (bediang) untuk ternak yang ditinggal tanpa pengawasan.

Baca Juga: Bapenda Lamongan Kejar Target Pajak Rp 4 M, Serapan Pajak Hiburan Belum Maksimal

​Salah satu insiden menonjol terjadi di wilayah Kecamatan Kedungpring beberapa hari lalu. Korban harus merelakan empat ekor sapi dan dua unit sepeda motor hangus terbakar, setelah kobaran api dari bediang merembet cepat ke tumpukan jerami kering.

​‘’Jangan sampai bediang dibiarkan karena apinya sangat rawan menjalar,’’ imbuhnya.

Menghadapi puncak musim kemarau, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat untuk ekstra hati-hati.

Dedaunan dan ranting kering yang menumpuk sangat mudah tersulut api, sehingga warga dilarang keras membakar sampah sembarangan karena berpotensi merembet ke pemukiman atau fasilitas umum.

Baca Juga: Dishub Lamongan Usul Delapan Rute Feeder Trans Jatim

Selain itu, warga diminta memastikan keamanan instalasi listrik dan dapur sebelum berpergian.

‘’Untuk kompor sendiri, bila mana ditingalkan agar dimatikan terlebih dahulu sebelum meninggalkan rumah atau jangan sampai meninggalkan saat memasak,’’ pungkasnya. (mal/ind)

Editor : Indra Gunawan
kebakaran lamongan