LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Program prioritas penguatan kewirausahaan bagi generasi muda (Megpreneur) 2026 kembali dibuka.
Pelaksanaan offline session berlangsung selama tiga hari (26-28 Agustus 2026), yang dibuka langsung oleh Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek, kemarin (26/8), di Aula Gajahmada Pemkab Lantai 7.
Baca Juga: Sebanyak 8.787 KPM Bantuan Di-non-aktifkan Akibat Terindikasi Judol, 527 KPM Mengajukan Sanggahan
Bupati Yes memberikan apresiasi akan antusiasme generasi muda yang mengikuti Megpreneur 2026.
Hal ini menunjukkan semakin banyak anak muda yang tidak hanya ingin mendapatkan pekerjaan, tapi mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan.
‘’Ini luar biasa, antusiasmenya menunjukkan bahwa anak muda sekarang lebih aktif menciptakan peluang baru dan lapangan pekerjaan,” ujar Bupati Yes.
Menurut Bupati Yes, Pemerintah Kabupaten Lamongan memiliki komitmen konkret dalam memperkuat UMKM dan perekonomian daerah.
Megpreneur menjadi salah satu program prioritas untuk mendukung potensi wirausaha muda melalui pengembangan usaha, perluasan akses pasar, pembiayaan, inovasi, serta peningkatan daya saing.
Baca Juga: Tidak Hanya Daging, Kotoran Ternak Kambing dan Domba di Lamongan Sangat Prospektif Bisnis
Apalagi Kabupaten Lamongan memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan sektor lainnya.
Bupati Yes mendorong agar potensi tersebut tidak hanya dilihat dari sisi produksinya, tapi peluang pengolahan, pemasaran, inovasi, juga pengembangan bisnisnya.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lamongan Anang Taufik menjelaskan, Megpreneur bertujuan mencetak pebisnis sukses melalui pendampingan online dan offline. Serta memperkuat ekosistem bisnis dari hulu hingga hilir, serta meningkatkan daya saing pebisnis lokal.
Dari 319 peserta, terpilih 200 peserta yang mengikuti offline session. Peserta ini bergerak di berbagai bidang, antara lain agrobisnis, F&B, layanan jasa, teknologi dan aplikasi.
Sebanyak 76 persen sudah memiliki bisnis dan berjalan, sisanya 23 persen masih dalam tahap ide bisnis.
Baca Juga: Dua Hasil Audit Buktikan Nany Widjaja Tak Bisa Pertanggungjawabkan Uang PT JFC Rp 21,4 M
Selama tiga hari, peserta akan mendapatkan mentoring dari praktisi, narasumber skala nasional, mentor berpengalaman, serta alumni Megpreneur yang sukses.
Salah satunya Head of Public Policy and Government Relations untuk Tokopedia dan TikTok Shop, Hilmi Adrianto.
Dan selama tiga hari, peserta akan memperoleh akses pasar, perluasan jaringan, wawasan inovasi dan keberlanjutan bisnis, serta akses pembiayaan. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan