LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Hingga kini tercatat 25 penginapan di Kota Soto, terdiri dari 13 hotel dan 12 homestay.
Dari seluruh penginapan tersebut, baru Tanjung Kodok Beach Resort (TKBR) yang berstatus hotel berbintang.
Komisi D DPRD Lamongan mendorong agar OPD terkait bisa menggaet investor hotel berbintang.
Baca Juga: Dihadang OTK di Jombang, Pesilat Asal Sugio Lamongan Tewas
Selain itu berupaya menumbuhkan okupansi penginapan yang ada di Lamongan dengan gebrakan.
Anggota Komisi D DPRD Lamongan Saifudin Zuhri menilai, tingkat okupansi hotel di Lamongan masih perlu ditingkatkan.
Sebab, banyak tamu yang melakukan perjalanan dinas ke Lamongan justru memilih menginap di daerah tetangga.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperkuat daya tarik destinasi wisata. Khususnya memperbanyak agenda berskala besar, agar wisatawan memiliki alasan untuk bermalam di Lamongan.
‘’Kalau orang betah menginap di Lamongan, maka uang yang mereka belanjakan juga akan berputar di daerah ini,’’ ujarnya.
Saifudin mengakui, hingga kini belum ada regulasi yang mengatur agar tamu perjalanan dinas di Lamongan diwajibkan menginap hotel di wilayah Lamongan juga.
‘’Dulu pernah saya inisasi tapi belum terlaksana, mudah-mudahan kedepan bisa masuk,’’ katanya.
Ketua Komisi D DPRD Lamongan Tulus Santoso menambahkan, Lamongan sebenarnya telah memiliki regulasi yang memungkinkan pembangunan gedung bertingkat.
Namun, hingga kini belum banyak investor yang membangun hotel berbintang di daerah tersebut.
Menurutnya, perkembangan sektor pariwisata, dunia usaha, dan industri di Lamongan belum berjalan beriringan.
Baca Juga: Pupuk Subsidi Bagi Petambak di Lamongan Baru Terserap 37 Persen
Letak Lamongan yang berdekatan dengan Surabaya dan Gresik, membuat banyak pelaku usaha maupun tamu lebih memilih menginap di dua daerah tersebut.
‘’Kedepan pemerintah daerah harus mampu menghadirkan investor hotel berbintang selain Tanjung Kodok Beach Resort. Dengan begitu, kebutuhan akomodasi wisata maupun bisnis dapat terpenuhi dan sektor perhotelan bisa memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah,’’ katanya.
Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudporapar Lamongan Ritta Hilalliyah mengatakan, konsentrasi hotel terbanyak berada di Kecamatan Lamongan atau kawasan perkotaan.
Menurutnya, pertumbuhan jumlah hotel didorong meningkatnya daya tarik wisata, kunjungan wisatawan domestik, penyelenggaraan berbagai event, kegiatan pemerintahan, pendidikan, budaya hingga olahraga.
Selain itu, aktivitas perdagangan dan berkembangnya kawasan industri juga ikut memengaruhi kebutuhan akomodasi.
‘’Di samping itu aktivitas perdagangan serta ekspansi kawasan industri yang mendatangkan pelaku bisnis yang memerlukan fasilitas transit dan menginap juga sangat berpengaruh,’’ ujarnya. (sip/ind)
Editor : Indra Gunawan