TMMD Ke-129 di Desa Tlemang, Kabupaten Lamongan Resmi Ditutup, Seluruh Pembangunan Fisik Rampung

Rika Ratmawati • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 12:28 WIB
Kolonel Arm Beny Hendra bersama Dandim Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Didgo, Bupati Yes, Ketua DPRD Lamongan M Freddy Wahyudi, dan Wabup Dirham saat meninjau pembangunan jalan di Desa Tlemang dalam penutupan program TMMD ke-129. (DOK. HUMAS KOMINFO LAMONGAN/RADAR LAMONGAN) 
Kolonel Arm Beny Hendra bersama Dandim Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Didgo, Bupati Yes, Ketua DPRD Lamongan M Freddy Wahyudi, dan Wabup Dirham saat meninjau pembangunan jalan di Desa Tlemang dalam penutupan program TMMD ke-129. (DOK. HUMAS KOMINFO LAMONGAN/RADAR LAMONGAN) 

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan resmi ditutup oleh Pamen Ahli Bidang Ideologi Politik Pangdam V Brawijaya Kolonel Arm Beny Hendra. 

Dalam sambutannya, Kolonel Arm Beny Hendra menyampaikan pesan Pangdam V Brawijaya, agar masyarakat terus menjaga semangat gotong-royong dan merawat hasil pembangunan fisik yang telah dilakukan.

Baca Juga: DPD KNPI Lamongan Gelar Muscam Secara Marathon, Target September Lantik Pengurus Kecamatan

Karena program TMMD ini melibatkan seluruh lintas sektoral antara TNI, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, sebagai bagian dari pembinaan dalam rangka pemberdayaan ketahanan wilayah.

Selain itu membantu tugas pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan fisik, khususnya di wilayah tertentu, termiskin, dan tertinggal. Serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

‘’Program yang berlangsung selama 30 hari sudah selesai, semuanya tuntas seratus persen. Semoga bermanfaat dan menjadi awal untuk pembangunan berkelanjutan,” ujarnya saat menjadi Inspektur Upacara Penutupan TMMD di Desa Tlemang, Kamis (13/8). 

Program TMMD ini dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan masyarakat dalam perencanaan program, agar lebih bermanfaat karena disesuaikan kebutuhan.

Selain menyasar kebutuhan fisik, TMMD tahun ini juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat, seperti pengembangan ketahanan pangan di lahan seluas satu hektare, dan penyediaan manunggal air bersih di lima titik.

Baca Juga: Kwarcab Lamongan Gelar Ulang Janji Hari Pramuka Ke-65, Siapkan Pusat Diklat di Waduk Gondang, Bupati Yes: Pramuka Harus Keren dan Adaptif

Rehabilitasi 10 unit rumah tidak layak huni, pembangunan 10 unit MCK, serta 100 paket makanan tambahan untuk pengentasan stunting.

Harapannya tingkat kesejahteraan masyarakat ikut terangkat karena pembangunan fisik yang tuntas. 

Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek  menuturkan, kegiatan TMMD ini memiliki filosofi menyatukan TNI dengan rakyat untuk membangun desa. 

Dimana Desa merupakan akar kekuatan bangsa sebagai unsur pemerintahan terbawah, yakni memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional.

Karena itu, keberhasilan pelaksanaan TMMD ini merupakan wujud sinergi dan gotong-royong antara TNI, pemerintah daerah, kecamatan hingga desa dalam memberikan pembangunan yang berkelanjutan. Program TMMD sendiri menyasar banyak sektor, termasuk infrastruktur dan potensi desa, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. 

Baca Juga: Harga Beras di Lamongan Tetap Stabil Meskipun Harga Gabah Melambung Tinggi, Ini Rahasianya.

Sejumlah program fisik berhasil dituntaskan, seperti pembangunan rabat beton ruas Desa Tlemang sepanjang 1.252 meter, pembangunan penunjang irigasi (TPT), pembangunan jalan usaha tani, peningkatan fasilitas olahraga, hingga pelatihan-pelatihan yang bisa memberikan manfaat berkepanjangan.

‘’Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk TNI, khususnya Kodim 0812 Lamongan serta semua yang terlibat dalam menyukseskan program ini. Semoga hasil pembangunan ini bisa dimanfaatkan dengan baik kedepannya,” tutur Bupati Yes. (rka/ind) 

Editor : Indra Gunawan
tmmd lamongan