radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Tren kasus demam berdarah di Kabupaten Lamongan mencatatkan angka yang relatif tinggi, namun dipastikan masih dalam kondisi terkendali.
Berdasarkan rekapitulasi data Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan terbaru, tidak ditemukan adanya kasus kematian akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Rinciannya, 77 kasus demam berdarah dengue (DBD) dengan kondisi klinis berat disertai pendarahan, 110 kasus demam dengue (DD) bergejala ringan tanpa komplikasi, serta 12 kasus berstatus suspek.
Baca Juga: Sentra Andansari Lamongan Minim Pembeli, PKL Pilih Berjualan di Bahu Jalan
Kepala Dinkes Lamongan, dr Chaidir Annas, melalui Kabid P2P, Yani Khoirurrakhmawati, berharap tidak sampai ada penderita yang meninggal. Pasien bisa disembuhkan semua.
Terkendalinya sebaran kasus turut dipengaruhi oleh pola cuaca yang cenderung teratur, berbeda dari kondisi pancaroba ekstrem yang memicu lonjakan perkembangbiakan nyamuk.
Selain itu, ada pemeriksaan jentik berkala dan program menguras, menutup, dan mendaur ulang (3M) plus.
Baca Juga: Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
“Kami berterima kasih karena masyarakat mulai sadar akan kebersihan rumah dan lingkungan untuk memutus rantai penularan,” ujarnya.
Potensi sebaran virus masih membayangi, khususnya di kawasan pemukiman padat penduduk.
Upaya penekanan angka keparahan terus difokuskan pada penguatan daya tahan tubuh, pemenuhan gizi masyarakat, serta pengendalian vektor nyamuk yang tepat sasaran.
Yani menuturkan, untuk fasilitas kesehatan juga terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga penderita bisa ditangani dengan baik.
Dia mencontohkan data kasus yang muncul April lalu. Beberapa kecamatan ditandai merah karena kemunculan kasus DBD. Yakni, 6 kasus di Kecamatan Karangbinangun, 8 kasus di Sekaran dan 5 kasus di Pucuk.
“Semuanya bisa disembuhkan, karena mendapatkan penanganan yang tepat,” terangnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma