radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Suasana Sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) Andansari masih lengang. Deretan kios untuk warung terlihat tidak ada penghuninya.
Bahkan, tak sedikit pedagang yang menutup warungnya itu, nekat beralih kembali ke bahu jalan dan trotoar lantaran minimnya pembeli.
Meski fasilitas bangunan di sentra PKL telah diperbaiki lengkap dengan penyediaan meja makan yang memadai, sarana tersebut belum mampu menyedot minat pengunjung yang justru lebih memilih membeli makanan dari penjual di tepi jalan.
Baca Juga: PKL di Jalan Basuki Rahmad Lamongan Kian Menjamur, Belum Temukan Solusi Relokasi
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Lamongan, Anang Taufik, mengakui banyak PKL yang tutup di sentra tersebut.
Sebagian memilih pindah dengan berjualan di bahu jalan dan sebagian lagi sewa di sentra PKL depan pasar tingkat.
Menurut dia, tingkat kunjungan di Sentra PKL Andansari fluktuatif.
Baca Juga: Memakan Badan Jalan, Satpol PP Lamongan Arahkan PKL Ke Trotoar Sementara
Keramaian biasanya hanya memuncak saat bulan puasa untuk agenda buka bersama. Sedangkan pada hari — hari biasa, cenderung sepi.
Anang berencana dalam waktu dekat akan melakukan penertiban. Optimalisasi pembinaan pedagang bakal digencarkan.
PKL ditata agar lebih tertib dan baik lagi. “Nanti kita tata, karena PKL Andansari yang banyak yang kosong, nanti bisa dimanfaatkan lagi,” jelasnya.
Anang menuturkan, jumlah PKL di Lamongan mencapai ribuan. Melakukan relokasi secara menyeluruh dinilai amat sulit mengingat kapasitas Sentra PKL Andansari yang terbatas.
Karena itu, dilakukan penataan. Anang berharap dengan penataan tersebut, nantinya PKL bisa lebih rapi, tertib, dan tidak mengganggu.
“Akan kita ajak komunikasi paguyubannya, karena jumlahnya banyak. Jadi bertahap, supaya industri kecil ini tetap hidup,” ujarnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma