Realisasi PAD Bianglala di Alun-alun Lamongan Masih Minim 

Rika Ratmawati • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 18:48 WIB
Dinas Lingkungan Hidup Lamongan harus memutar otak untuk bisa mendongkrak kunjungan bianglala, sehingga target PAD dari wahana tersebut bisa tercapai. (ISTIMEWA/RADAR LAMONGAN)
Dinas Lingkungan Hidup Lamongan harus memutar otak untuk bisa mendongkrak kunjungan bianglala, sehingga target PAD dari wahana tersebut bisa tercapai. (ISTIMEWA/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Sejumlah terobosan mulai disiapkan untuk mendongkrak kunjungan wahana bianglala. Target yang tinggi membuat tim pengelola harus bekerja lebih ekstra pada wahana di Alun-alun Lamongan tersebut.

Mulai Januari-Juli 2026, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) bianglala masih di angka Rp 168 juta dari target Rp 437 juta. Artinya kekurangan target mencapai Rp 269 juta, yang harus dikejar hingga akhir tahun mendatang.

Baca Juga: Cuaca Mendukung, Mayoritas Petani di Wilayah Bengawan Jero Lamongan Pilih Tanam Padi 

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Lamongan Inganatul Muhimmah mengatakan, masih ada waktu hingga akhir tahun untuk mendongkrak realisasi PAD dari wahana bianglala.

Himma menyebut, rencana kedepan akan diberikan diskon berkala untuk menarik kunjungan. Khususnya pada momen tertentu, misalnya Agustusan atau lainnya.

Kemudian bekerja sama dengan sekolah, agar lebih banyak melakukan kegiatan di alun-alun. Sehingga ketika jeda istirahat bisa naik bianglala.

‘’Kita masih terus mengupayakan agar kunjungan bianglala tinggi,” jelasnya.

Himma mengatakan, beberapa langkah disiapkan, mulai dengan penambahan fasilitas serta rencana memberikan photo booth. Kemudian kedepan akan dilakukan e-ticketing, sehingga pembayaran tidak tunai langsung via qriss.

Baca Juga: Persiapan Markas Klub Liga 2 Championship 2026/2027: Stadion Surajaya Lamongan Perawatan, PSMS Berkandang di Stadion Utama

Menurutnya, untuk realisasi PAD ini faktor penyebabnya banyak. Salah satunya penurunan kunjungan bianglala, karena kondisi cuaca hingga banyaknya persaingan obyek wisata lain.

Kemudian daya tarik wahana yang mulai berkurang karena bianglala sudah beroperasi lama.

Serta promosi yang belum optimal, yang membuat informasi yang sampai ke masyarakat kurang. 

Selain itu, kondisi ekonomi masyarakat dan target pendapatan yang relatif tinggi akan dievaluasi. 

Himma berharap, dalam sisa waktu ini bisa mencapai target PAD yang ditetapkan untuk peningkatan fasilitas Alun-alun Lamongan.

Baca Juga: Berikut Tips dari Peternak Asal Lamongan Menjaga Lidah Ayam Cemani Tetap Hitam, agar Nilai Jualnya Lebih Tinggi

Karena keterbatasan anggaran, tahun ini belum ada penambahan fasilitas lagi. Hanya pemeliharaan rutin dan mengganti cat agar lebih menarik. 

‘’Kita perbarui cat dan perbaikan trotoar saja supaya lebih bagus,” pungkasnya. (rka/ind) 

Editor : Indra Gunawan
bianglala alun-alun lamongan