Tekan Bocor PAD Parkir, Bupati Yes Dorong Digitalisasi Pembayaran Nontunai 

Rika Ratmawati • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 14:42 WIB
TERAPKAN DIGITALISASI: Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mencoba aplikasi untuk penerapan sistem pembayaran parkir nontunai. Nantinya, pembayaran QRIS diberlakukan di 43 titik parkir yang dikelola Dishub Lamongan. (Humas Kominfo/Radar Lamongan)
TERAPKAN DIGITALISASI: Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mencoba aplikasi untuk penerapan sistem pembayaran parkir nontunai. Nantinya, pembayaran QRIS diberlakukan di 43 titik parkir yang dikelola Dishub Lamongan. (Humas Kominfo/Radar Lamongan)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Tata kelola retribusi parkir di Kabupaten Lamongan memasuki babak baru.

Guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menutup celah kebocoran, Pemkab Lamongan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) resmi menggaet PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Cabang Lamongan untuk menerapkan sistem pembayaran parkir nontunai.

Kepastian transformasi digital tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan pihak Bank Jatim, kemarin (31/7).

Baca Juga: Bupati Yes Geber Industrialisasi Pantura Dorong Infrastruktur Strategis, Lamongan Siap Naik Kelas Jadi Pusat Pertumbuhan Baru

Lewat kerja sama ini, masyarakat cukup melakukan scan QRIS saat membayar retribusi parkir di tepi jalan umum.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan, digitalisasi ini dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi penerimaan pembayaran tarif retribusi parkir di Lamongan.

Dengan pembayaran yang semakin mudah, akurat, dan peningkatan pelayanan, Bupati Yes berharap penerimaan daerah dari retribusi parkir semakin meningkat. 

Baca Juga: Dendam Gara - gara Merasa Orang Tua Kena Guna — Guna, Pukulan Kayu Renggut Nyawa Tetangga

“Kemarin kita melakukan penandatangan kerjasama untuk pembayaran menggunakan QRIS. Semoga dengan digitalisasi ini bisa meningkatkan PAD, meminimalisasi fraud (penipuan) dan kecurangan,” ujar Bupati Yes. 

Kepala Dishub Lamongan, Dianto Hari Wibowo, menuturkan, pembayaran dengan QRIS ini sebagai bentuk transformasi tata kelola layanan parkir yang dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat kepada petugas terkait kemungkinan penyalahgunaan wewenang.

Pembayaran nontunai ini rencananya diberlakukan di 43 titik parkir yang dikelola Dishub yang tersebar di Lamongan dan Babat.

“Kami menyakini petugas akan siap secara keseluruhan untuk mensukseskan ini, karena ini bagian dari amanah yang diberikan untuk mengoptimalkan penerimaan daerah dan meminimalisasi hal yang tidak diinginkan,” jelasnya. 

Pemimpin Cabang PT Bank Jatim Lamongan, Bondan Seno Aji, menuturkan, layanan inovasi pembayaran nontunai ini dapat memberikan kemanfaatan yang lebih cepat dan mudah serta akurat.

Selain itu, pengelolaan retribusi parkir bisa termonitoring karena bisa dievaluasi secara realtime. Rencananya mulai 10 Agustus soft launching. (rka/yan) 

Editor : Arya Nata Kesuma
pad dishub lamongan retribusi parkir Bupati YES