LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Selama semester pertama tahun ini, realisasi produksi perikanan perairan umum darat (PUD) di Kabupaten Lamongan mencapai 2.254 ton.
Kepala UPT Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lamongan Rustam optimistis target produksi perikanan PUD tercapai.
‘’Realisasi Januari sampai Juni sekitar 66 persen dari target,’’ katanya.
Baca Juga: Dituntut 6,5 Tahun, Pemilik SS Diputus 3,5 Tahun Divonis Lebih Ringan di Pengadilan Negeri Lamongan
Menurut Rustam, produksi perikanan PUD sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Terutama bergantung pada kondisi sungai, waduk, maupun rawa.
Dia menjelaskan, sebagian besar produksi berasal dari kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo.
Selain itu, ada kontribusi dari waduk dan rawa, meski jumlahnya tidak sebesar wilayah bantaran sungai.
Rustam mengungkapkan, musim ikan tahun ini tidak sesuai dengan prediksi. Saat musim hujan lalu, sejumlah jenis ikan yang biasanya melimpah justru sulit ditemukan karena kondisi air sungai yang keruh.
"Seharusnya saat musim hujan beberapa jenis ikan mulai banyak, tetapi kenyataannya tidak. Air sungai keruh sehingga hasil tangkapan nelayan ikut menurun," ujarnya.
Baca Juga: RKUA-PPAS Tahun 2027 Disetujui, DPRD Lamongan Dorong Revitalisasi BUMD
Saat ini, lanjut Rustam, komoditas yang sedang mendominasi hasil tangkapan adalah ikan patin atau wagal yang banyak ditemukan di wilayah Laren dan sekitarnya. Sementara itu, ikan kakap putih menjadi andalan nelayan di kawasan Glagah.
Meski menghadapi tantangan cuaca dan fluktuasi musim ikan, pihaknya tetap optimistis produksi perairan umum darat hingga akhir tahun dapat terus meningkat. Setidaknya, produksi ikan di Lamongan dapat dipertahankan sehingga target tahunan bisa tercapai. (sip/ind)
Editor : Indra Gunawan