radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Para petani di Lamongan dapat tersenyum lebih lebar. Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani kini menyentuh hingga Rp 8.100 per kilogram (kg). Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Bakrudin, mengatakan, harga tersebut naik dibandingkan musim yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Semester Satu 2026, Bulog Telah Menyerap 120 Ton Gabah Kering Panen Petani di Lamongan
Selain itu, secara kualitas, gabah hasil panen cukup baik karena kebutuhan air dan pupuk tercukupi. Menurut dia, harga GKP sekarang relatif tinggi karena wilayah panennya tidak sebanyak sebelumnya. "Kalau tadah hujan banyak, sekarang yang panen wilayah Bengawan," ujarnya.
Bakrudin memastikan harga di lapangan berada jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 6.500 per kg. Transaksi mendekati HET biasanya hanya terjadi bila kondisi padi dipetik sebelum cukup umur atau saat pasokan melimpah ruah di puncak panen raya. Dia petani sekarang pintar dan menerapkan modernisasi pertanian.
Baca Juga: Sudah Panen, Petani Lamongan Semringah, Harga Gabah Kering Panen Tembus Rp 7.400 Per Kilogram
Saat ini, geliat panen membentang dari wilayah Sukodadi ke arah utara, meliputi Kecamatan Sekaran, Maduran, Laren, dan Solokuro. Produksi pertanian padi sampai Juni mencapai 900 ribu ton. Roda produksi beras di Lamongan dipastikan masih berjalan. "Wilayah pertanian kita luas, jadi masa panennya panjang," tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma