radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Angkatan kerja muda di Kabupaten Lamongan bergeliat untuk segera menembus pasar kerja.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan mencatat sebanyak 631 warga telah mengajukan pembuatan kartu pencari kerja alias AK-1 sepanjang semester I 2026.
Para pemohon AK-1 selama Januari — Juni itu terdiri atas 339 laki-laki dan 292 perempuan.
Baca Juga: Terdapat 186 Pencari Kerja di Lamongan pada Awal Tahun Ini, Berikut Background Pendidikan Terbanyak
Permohonan "kartu kuning" itu masih didominasi para lulusan baru tingkat menengah atas dan sarjana.
Berdasarkan data disnaker, lulusan SMA paling mendominasi, 130 orang. Disusul lulusan SMK (115), S1 (199), SD (76), dan SMP 70 orang.
Kepala Disnaker Lamongan, M Zamroni, mengatakan, pelayanan pembuatan AK-1 terus dipermudah agar masyarakat dapat mengurus dokumen tersebut dengan cepat dan tanpa biaya. Masyarakat cukup membawa persyaratan administrasi yang ditentukan ke kantor disnaker.
Baca Juga: Pencari Kerja di Lamongan Didominasi Lulusan SMA, Sektor Ini Paling Mendominasi
"Para pencari kerja dapat segera memanfaatkan AK-1 sebagai salah satu persyaratan melamar pekerjaan maupun mengikuti berbagai program ketenagakerjaan," ujarnya.
Dia menilai wajar pemohon AK-1 didominasi lulusan SMA dan SMK. Alasannya, jumlah lulusan jenjang pendidikan tersebut memang lebih banyak dan sebagian besar memilih langsung masuk ke dunia kerja. Bahkan, lulusan SMK dipersiapkan untuk siap bekerja.
"Adapun lulusan S1 juga cukup banyak mengurus AK-1 karena mulai aktif mencari pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi dan bidang keilmuannya," katanya.
Dia berharap para pencari kerja terus meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan etos kerja agar mampu bersaing. Di tengah ketatnya persaingan memperebutkan peluang kerja, Zamroni juga mewanti - wanti para pencari kerja agar tidak mengambil jalan pintas. Dia meminta masyarakat untuk ekstra waspada terhadap oknum atau calo yang menjanjikan pekerjaan dengan meminta imbalan sejumlah uang.
Memastikan setiap informasi lowongan kerja berasal dari sumber resmi dan terpercaya. Kami juga mengimbau masyarakat agar berhati - hati terhadap penipuan rekrutmen dan segera melapor kepada Dinas Tenaga Kerja apabila menemukan indikasi praktik percaloan atau lowongan kerja yang mencurigakan, ujarnya. (sip/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma