radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Memasuki akhir semester pertama tahun ini, data realisasi pajak daerah menunjukkan peningkatan.
Pundi - pundi penerimaan daerah terbesar masih ditopang sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Sektor ini berhasil meraup 71,70 persen dari target yang ditetapkan Rp 28 miliar.
Baca Juga: Empat Pencuri Kapal Tanker di Perairan Kecamatan Paciran Divonis Berbeda
Berikutnya, sektor pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) jasa kesenian dan hiburan yang mencatatkan realisasi sementara 55 persen atau sekitar Rp 2,2 miliar dari target Rp 4 miliar.
Kepala Bapenda Lamongan, Edy Yunan Achmadi, menjelaskan, angka - angka realisasi penerimaan pajak daerah tersebut masih terus bergerak dinamis.
Sebab, buku laporan semester satu belum sepenuhnya ditutup. Perolehan data di lapangan masih bisa bertambah dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Kenaikan Penumpang di Stasiun Lamongan Masih Normal
Secara umum, Yunan menilai capaian awal ini sudah cukup baik, meski evaluasi berkala tetap dilakukan untuk mendongkrak sektor yang masih lesu.
“Kami akan berusaha agar semua obyek pajak memberikan kontribusi yang lebih dan memenuhi target,” ujarnya.
Yunan menuturkan, selain BPHTB, sektor PBJT makanan dan minuman juga menunjukkan progres yang memuaskan dengan realisasi mencapai 46 persen dari target Rp 10 miliar.
Waktu yang ada bakal dimaksimalkan dengan mendekati wajib pajak untuk membayar sesuai dengan periodenya. “Kita berusaha maksimal agar penerimaan bisa tumbuh,” imbuhnya.
Yunan berharap tingkat kepatuhan membayar pajak semakin tinggi. Dengan realisasi tinggi, pembangunan di Lamongan akan mengalami peningkatan setiap tahun. Karena tahun ini untuk target penerimaan daerah juga naik, menjadi Rp 278 miliar dari tahun lalu Rp 273 miliar. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma