Bupati Lamongan Yuhronur Efendi terus mematangkan langkah strategis untuk mencetak Generasi Emas Lamongan yang tangguh dan melek zaman.
Tampil sebagai keynote speaker di hadapan para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lamongan, Bupati Yes menekankan esensi dari integrity based anticipatory leadership.
Menurut dia, gaya kepemimpinan antisipatif yang dilandasi integritas sangat krusial untuk menavigasi situasi ekonomi global yang berubah dinamis dan kurang kondusif.
Baca Juga: Persela Butuh Empat Penjaga Gawang, Masih Kurang Dua Kiper Lagi...
Gagasan kepemimpinan adaptif tersebut terbukti sukses membawa tren positif bagi Lamongan.
Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Lamongan justru berhasil mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 5,90 persen (year on year) dan mengalami peningkatan dalam triwulan pertama 2026 menjadi 10,79 persen (Q-to-Q).
Angka ini naik dibandingkan triwulan satu 2025, yakni 5,80 persen. Peningkatan ini juga diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang mencapai 76,80 tahun 2025 dengan indeks daya saing mencapai 3,65.
Baca Juga: Jelang Suroan Agung, Warkop - Rumah Musik di Lamongan Tutup
Bupati Yes mengatakan, integrity based anticipatory leadership merupakan kemampuan membaca arah perubahan sebelum perubahan datang.
Serta berani mengambil keputusan sebelum keadaan memaksa, dan menjaga integritas ketika memiliki kewenangan di tengah era polycrisis.
“Masa depan bukan AI, tapi kemampuan menginterpretasi juga karakter. Harus mau beradaptasi, saya meyakini bahwa di era digital, kompetensi membuat seseorang akan diperhitungkan, dan karakter membuat orang bisa dipercaya. Bicara tentang Indonesia Emas 2045, maka bicara tentang kualitas sumber daya manusia, yang bertumpu pada empat modal utama. Yakni, ekonomi capital, human capital, sosial capital, dan moral capital,” terangnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma