radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Petani tebu Lamongan memasuki masa panen raya. Saat ini, harga tebu dengan rendemen paling rendah dibeli pabrik lokal sekitar Rp 730 ribu per ton. Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Bakrudin, mengatakan, jika kualitas cukup baik, maka hasil panen dipastikan terserap pabrik semua.
“Untuk harga akan terus berkembang sesuai dengan masa tanam. Kemarin juga ada panen raya bersama Pak Bupati, yang harapannya bisa memotivasi petani untuk tanam lagi,” ujarnya.
Bakrudin menuturkan, petani tebu menyebar di kecamatan wilayah selatan Lamongan. Saat ini, luasan yang sudah panen 225 hektare. Batas ambangnya, umur optimal 10-12 bulan dengan rendemen 7,5 - 9. Jika umur terlalu tua, maka kualitas rendemen turun karena sukrosa berubah menjadi serat dengan adanya pertumbuhan bunga dan kadar air turun. “Puncak panen dalam bulan ini, sehingga harga akan terus bergerak,” tuturnya. Baca Juga: Luas Tanam Tebu di Kabupaten Lamongan tak Berubah, Ini Kecamatan Terbanyak Produksinya
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan, pemerintah akan berupaya untuk mendorong dan memfasilitasi berbagai kebutuhan petani untuk mendukung swasembada gula. Modernisasi sarana prasarana untuk tanaman tebu dan subsidi pupuk akan diusahakan untuk menjaga kualitas dan rendemen tebu. “Kami akan berusaha untuk memfasilitasi dan mendorong swasembada gula di Lamongan,” ujarnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma