radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Jemaah haji yang pulang ke Lamongan telah melewati pemeriksaan kesehatan untuk meminimalisasi adanya penyakit middle east respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV).
Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr Chaidir Annas, melalui Kabid P2P Lamongan, dr Yani Khoirurakhmawati, menjelaskan, merv cov mirip dengan corona. Namun, penularannya dari unta.
Penderita positif harus melakukan isolasi dan pengobatan sesuai standar.
Baca Juga: UJI KIR Digratiskan, Malah Sepi Peminat
Dari kedatangan rombongan pertama asal Lamongan, terdeteksi tiga jemaah bergejala influenza like illness (ILI).
Setelah dilakukan swab PCR, hasilnya negatif. Meski demikian, mereka tetap dipantau dan diawasi dari gejalanya tersebut.
“Kita berharap agar tetap menggunakan masker dan rajin mencuci tangan,” jelasnya.
Yani menuturkan, skrining wajib dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah haji dalam keadaan sehat saat kembali ke rumah.
Selain itu, jemaah harus intens menjaga pola makannya agar tidak sampai kondisinya turun. “Tetap jaga kesehatan,” tuturnya.
Jika tiga minggu setelah kepulangan merasakan demam, sesak napas, nyeri tenggorokan, mual, muntah, diare, dan kaku kuduk, maka jemaah diminta segera memeriksakan ke fasilitas kesehatan.
Tujuannya, mencegah penularan penyakit dari luar negeri.
Sementara itu, terkait hantavirus, Yani memastikan tidak ditemukan kasusnya di Lamongan.
Namun, dia tetap meminta masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan membiasakan hidup bersih. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma