Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Antisipasi Banjir, Sungai Kaliotik Bakal Dinormalisasi

M. Gamal Ayatollah • Selasa, 9 Juni 2026 | 19:22 WIB
Dinas SDA-BK Lamongan tahun ini menargetkan normalisasi Sungai Kaliotik. (GAMAL AYATULLAH/RADAR LAMONGAN)
Dinas SDA-BK Lamongan tahun ini menargetkan normalisasi Sungai Kaliotik. (GAMAL AYATULLAH/RADAR LAMONGAN)

​LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDA-BK) Lamongan menjadwalkan normalisasi Sungai Kaliotik di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan, untuk mencegah banjir di wilayah dalam kota.

​Kepala Dinas SDA-BK Lamongan Erwin Sulistya Pambudi menjelaskan, pengerukan Sungai Kaliotik ditargetkan terealisasi tahun ini.

Baca Juga: Tahun Lalu  Bebas dari Lapas, Residivis Asal Brondong, Lamongan Kembali Ditangkap di Rumah Kos Paciran Dengan BB 8 Klip Sabu

Rencananya, normalisasi menyasar aliran sungai sepanjang kurang lebih 1 kilometer.

Pengerukan tidak hanya fokus di satu titik, melainkan juga menyisir saluran pembuangan air dari arah kota.

​‘’Lokasi tersebut nantinya akan dilakukan normalisasi dengan alat berat,’’ terang Erwin.

​Menurut dia, normalisasi mendesak dilakukan karena kondisi sungai sudah mengalami pendangkalan parah.

Selain sungai utama, saluran air di dalam kota juga mulai dikeruk, agar aliran air dari hulu ke hilir berjalan lancar.

Baca Juga: Terapkan KUHP Baru, PN Lamongan Vonis Bebas Penjara Pencuri Motor Asal Malang

​Mekanismenya, air dari dalam kota akan dialirkan terlebih dahulu menuju kolam retensi. Jika kapasitas kolam sudah penuh, air baru dibuang ke Sungai Kaliotik.

​‘’Setelah menerima pembuangan, kalau sudah dilakukan pengerukan, nantinya aliran air akan menjadi lancar,’’ imbuhnya.

​Sebelum alat berat diterjunkan, dinas terkait akan melakukan pendekatan persuasif kepada para pemilik warung dan bangunan di pinggir sungai.

Mereka bakal diundang untuk duduk bersama mencari solusi terbaik. Langkah ini diambil agar proses pembongkaran bangunan liar di bantaran sungai tidak memicu konflik di kemudian hari. ​

Baca Juga: Pindah Tugas, Ini Jabatan Baru Mantan Kapolsek Solokuro di Polres Tuban

Proyek pengerukan ini kemungkinan besar baru dieksekusi sekitar dua bulan lagi.

‘’Sebelum dilakukan pengerukan, tentunya kami duduk bersama dulu dengan pemilik bangunan tersebut hingga pengerukan dikerjakan,’’ pungkasnya. (mal/ind)

Editor : Indra Gunawan
#Normalisasi