LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Nilai transaksi sektor peternakan terkerek momen kurban. Belum genap memasuki pertengahan tahun ini, transaksi ternak naik cukup signifikan.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkawan) Lamongan mendata, total nilai transaksi mulai Januari hingga awal bulan ini mencapai Rp 244 miliar.
Jumlah tersebut naik sebesar Rp 36 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan nilai transaksi Rp 208 miliar.
Kepala Disnakkawan Lamongan Shofiah Nurhayati menjelaskan, kenaikan ini dipicu karena populasi ternak Lamongan yang mencukupi.
Menurut dia, petugas terus melakukan skrining baik sebelum Iduladha maupun hari biasa.
Tujuannya memastikan ternak yang keluar-masuk Lamongan dalam kondisi sehat.
Jika ditemukan ternak yang sakit, maka segera dilakukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai gejala.
Shofi mengaku kesadaran peternak untuk melakukan vaksin pada hewannya juga tinggi.
Karena mereka merasa dengan vaksin, bisa menekan tingkat keparahan apabila ternaknya sakit.
‘’Kita mengapresiasi seluruh masyarakat juga tim yang aktif menyisir ternak agar semuanya dalam kondisi sehat,’’ jelasnya.
Menurut dia, ternak yang sehat membuat pembeli juga semakin yakin. Karena selama kasus PMK masih tinggi, pastinya ada kekhawatiran dari pembeli. Saat ini masih ditemukan kasus PMK, tapi bisa dikendalikan.
Shofi mengatakan, untuk kurban tahun ini semuanya naik. Sapi tahun ini terjual 5.678 ekor, 19.579 ekor kambing, serta 10.788 ekor domba.
Sedangkan tahun lalu terjual 5.221 ekor sapi, 16.971 ekor kambing, dan 7.592 ekor domba.
Kemudian, titik pemotongan pastinya bertambah menjadi 2.334 lokasi, dengan jumlah pemeriksaan ante mortem dan post mortem 524 lokasi.
Dan untuk memaksimalkan pelayanan, petugas yang disebar selama kurban mencapai 188 orang.
‘’Alhamdulillah kurban berjalan lancar dan hewannya sehat semua,’’ terangnya. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan