Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Hilal Terlihat di Tanjung Kodok Lamongan, Awal Dzulhijah 1447 Hijriah Jatuh Pada 18 Mei 2026

Ahmad Asif Alafi • Senin, 18 Mei 2026 | 13:29 WIB
Proses rukyatul hilal penentuan 1 Dzulhijah 1447 H di Tanjung Kodok, Lamongan. (ISTIMEWA/RADAR LAMONGAN)
Proses rukyatul hilal penentuan 1 Dzulhijah 1447 H di Tanjung Kodok, Lamongan. (ISTIMEWA/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Hilal awal Dzulhijah 1447 Hijriah berhasil terlihat di Pantai Tanjung Kodok, Kabupaten Lamongan, Minggu petang (17/5).

Dua perukyat menyatakan melihat hilal secara kasat mata dan hasil rukyat tersebut langsung disahkan oleh Pengadilan Agama (PA) Lamongan.

Baca Juga: Lamongan Siap Sukseskan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) Kabupaten Lamongan H. M. Khoirul Anam menjelaskan, rukyatul hilal dilakukan serentak di 88 titik pemantauan Kementerian Agama di seluruh Indonesia.

Salah satu titik pemantauan berada di Pantai Tanjung Kodok Lamongan dan dipantau langsung oleh Menteri Agama.

‘’Rukyatul hilal ini dilakukan di akhir bulan Dzulqa’dah 1447 Hijriah, kenapa di akhir, karena diakhir itulah kita akan observasi, akan kita lihat malam itu sebagai awal Dzulhijah atau tidak. Alhamdulillah kemarin hilal berhasil terlihat di Lamongan,” ujarnya pimpinan lingkaran studi ilmu hisab rukyat Al-Kaukaba tersebut.

Menurut Anam, sejak sore cuaca di kawasan Tanjung Kodok sempat diperkirakan mendung. Namun kondisi langit di ufuk barat justru cukup mendukung proses rukyat.

‘’Kalau melihat prediksi BMKG sebenarnya mendung. Tapi Alhamdulillah ada celah di sekitar ufuk hingga sekitar tujuh derajat yang tidak tertutup awan. Bahkan mega merah masih terlihat jelas,” katanya.

Baca Juga: Pantauan Harga dan Spesifikasi iPhone 17e: Varian Paling Miring di iPhone 17 Series, Kembali Dilengkapi MagSafe

Hilal pertama kali terlihat oleh KH Suudil Azka dari BHR Lamongan pada pukul 17.23 WIB. Lima menit kemudian, hilal kembali terlihat oleh Zarkasih dari Ponpes Daarul Qur’an An Nur Banyubang pada pukul 17.28 WIB.

Hasil pengamatan dua saksi tersebut kemudian langsung dikonfirmasi atau melakukan syahadah rukyatul hilal oleh hakim dari PA Lamongan H. Tomi Asram didampingi Panitera Suprayitno.

Keduanya memastikan kesaksian para perukyat sesuai dengan perhitungan astronomi.

‘’Para saksi ditanya bentuk hilalnya seperti apa, kemiringannya ke mana. Setelah dikonfirmasi dan sesuai hitungan astronomi, maka kesaksiannya diterima,” jelas Anam.

Setelah disahkan PA Lamongan, hasil rukyat tersebut langsung dikirim ke Kementerian Agama RI sebagai bahan sidang isbat penetapan awal Dzulhijah 1447 Hijriah.

‘’Alhamdulillah saat sidang isbat, Menteri Agama pertama kali menyebut hasil rukyat dari Lamongan. Dua saksi dari Lamongan dinyatakan sah oleh pengadilan agama,” ungkapnya bangga.

Dengan hasil tersebut, pemerintah menetapkan 1 Dzulhijah 1447 Hijriah jatuh pada 18 Mei 2026.

Sehingga Hari Raya Idul Adha berlangsung serentak pada 27 Mei 2026 atau bertepatan dengan 10 Dzulhijah 1447 Hijriah.

Baca Juga: Cerita Cat Lovers di Lamongan Rawat Puluhan Kucing Liar yang Diselamatkan dari Jalanan

Khoirul Anam menambahkan, proses dokumentasi hilal sempat terkendala gangguan teknis.

Aliran listrik di lokasi rukyat sempat terganggu, yang membuat teleskop dan perangkat pendukung tidak dapat berfungsi maksimal.

‘’Teleskop kemarin sempat mengalami gangguan karena listrik padam, sehingga tidak bisa memotret hilal. Tetapi secara syariat, jika ada dua saksi yang melihat dan sudah dikonfirmasi hakim, maka itu sudah sah menjadi acuan penentuan awal Dzulhijah,” pungkasnya. (sip/ind)

Editor : Indra Gunawan
#rukyatul hilal