Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Jemaah Haji Jalani Arbain di Masjid Nabawi, Berikut Laporan Dihimpun Kemenhaj Kabupaten Lamongan

Ahmad Asif Alafi • Senin, 4 Mei 2026 | 21:23 WIB
Jemaah haji asal Lamongan kloter 30 hingga 37 telah tiba di Madinah saat melaksanakan Salat Arbain. (ASIP ALAFI/RADAR LAMONGAN)
Jemaah haji asal Lamongan kloter 30 hingga 37 telah tiba di Madinah saat melaksanakan Salat Arbain. (ASIP ALAFI/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Seluruh jemaah haji asal Kabupaten Lamongan yang tergabung dalam kloter 30 hingga 37 telah tiba di Madinah.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lamongan Abdul Ghofur menyampaikan, proses pemberangkatan berjalan lancar dan seluruh jemaah sudah mulai menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

‘’Mulai kloter 30 sampai 37, Alhamdulillah semuanya sudah diberangkatkan ke Madinah,” terangnya.

Baca Juga: Sebelas Parpol di Lamongan Bakal Terima Rp 3,8 Miliar, Banpol Dijadwalkan Cair Bulan Ini

Berdasarkan laporan dari petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) dan ketua kloter, jemaah haji Lamongan saat ini tengah melaksanakan salat wajib di Masjid Nabawi.

Bahkan, sebagian besar sudah memulai Ibadah Arbain, yakni salat berjamaah selama 40 waktu berturut-turut di masjid tersebut.

Perlu diketaui Arbain adalah rangkaian ibadah Salat Fardhu sebanyak 40 waktu secara berturut-turut berjamaah di Masjid Nabawi, Madinah, tanpa terputus satu waktu pun, yang umumnya dilaksanakan selama 8-9 hari.

‘’Mayoritas jemaah sudah memulai Salat Arbain. Ini menjadi salah satu keutamaan yang diharapkan bisa diraih selama di Madinah,” jelasnya.

Baca Juga: Daerah Pemilihan (Dapil) di Kabupaten Lamongan Berpotensi Berubah, Berikut Respon KPU dan Sejumlah Parpol

Selain beribadah di Masjid Nabawi, sejumlah jemaah juga telah melaksanakan ziarah ke tempat-tempat bersejarah di Madinah.

Sesuai jadwal, masa tinggal jemaah di kota tersebut berlangsung sekitar sembilan hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Kondisi jemaah secara umum terpantau sehat. Meski begitu, Ghofur tetap mengingatkan agar seluruh jemaah, terutama lanjut usia (lansia) dan yang memiliki riwayat penyakit untuk menjaga kondisi fisik.

‘’Saya mengimbau agar jemaah pintar mengatur waktu, menentukan mana kegiatan prioritas. Ziarah boleh, tetapi tetap harus memperhatikan kesehatan,’’ katanya.

Dia menekankan bahwa jemaah gelombang pertama masih memiliki waktu cukup panjang, sebelum memasuki puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Karena itu, stamina harus dijaga sejak dini.

‘’Fokus utama nanti saat puncak haji. Jadi energi harus disimpan dan dijaga sejak sekarang,” tambahnya.

Baca Juga: Herwin Tri Saputra Ingin Bertahan di Persela Lamongan Musim Depan

Meski saat ini belum memasuki panas ektrem, tapi jemaah diminta untuk rutin mengkonsumsi air minum guna menghindari dehidrasi.

Serta menggunakan alat pelindung diri, seperti masker dan alas kaki. Hal ini penting mengingat perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi.

‘’Kondisi cuaca berbeda, jadi harus diantisipasi. Jangan sampai sakit karena kurang minum atau tidak memakai pelindung,” pungkasnya. (sip/ind)

Editor : Indra Gunawan
#haji