LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Dinas Perikanan Lamongan mendata, realisasi produksi perikanan budidaya triwulan pertama lalu mencapai 14.095,1 ton.
Rinciannya, Januari sebesar 2.992,81 ton, Februari 4.312,185 ton, dan Maret melonjak menjadi 6.790,105 ton. Tahun ini target produksi dipatok sebesar 46.975 ton.
Baca Juga: Bupati Yes Berangkatkan Jemaah Haji Lamongan
Kepala Dinas Perikanan Lamongan Yuli Wahyuono mengakui capaian tersebut cukup menggembirakan. Apalagi, pada awal tahun sektor budidaya sempat terdampak banjir.
‘’Baru tiga bulan sudah mencapai 14 ribu ton lebih. Ini sudah melampaui target triwulan pertama. Kami optimistis target 2026 bisa terpenuhi,” ujarnya.
Menurut dia, ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor pendukung optimisme tersebut.
Meski demikian, masih ada tantangan yang dihadapi, terutama terkait distribusi pupuk melalui aplikasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Baca Juga: Dua KA yang Melintas di Stasiun Lamongan Batal Berangkat, Terimbas Laka Kereta di Bekasi
Yuli menjelaskan, sistem penebusan pupuk berbasis aplikasi masih kerap mengalami kendala teknis.
‘’Beberapa bulan ini sempat terjadi gangguan atau mengalami error, sehingga agak tersendat. Ada beberapa kecamatan belum bisa maksimal,” katanya.
Saat ini, distribusi pupuk disebut sudah mencapai sekitar 60 persen. Yuli berharap kedepan kondisi cuaca lebih bersahabat dan sistem distribusi semakin baik.
‘’Kalau pupuk lancar dan aplikasi tidak bermasalah, Insya Allah target produksi 2026 bisa tercapai,” tegasnya.
Di sisi lain, pantauan wartawan ini di Pasar Ikan Lamongan, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: 164 Desa di Lamongan Belum Cairkan DD Tahap Satu
Pedagang ikan asal Kalitengah Hj Suriah menyebut, harga sejumlah jenis ikan cenderung murah.
‘’Harapannya harga bisa stabil agar petambak juga senang,” ujarnya. (sip/ind)
Editor : Indra Gunawan