LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Lamongan yang tergabung dalam kloter 30 hingga 37, dijadwalkan berangkat secara bertahap mulai 29 April hingga 1 Mei 2026.
Pemberangkatan dilakukan sesuai jadwal embarkasi yang telah ditetapkan. Kloter 30 hingga kloter 34 akan diberangkatkan pada 29 April 2026.
Selanjutnya, kloter 35 dan 36 dijadwalkan berangkat pada 30 April 2026. Sedangkan kloter 37 menyusul pada 1 Mei 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan Abdul Ghofur menjelaskan, persiapan teknis telah dilakukan, terutama terkait pengangkutan koper CJH.
‘’Koper besar jemaah akan dikirim ke embarkasi H-1 sebelum keberangkatan. Proses pengangkutan dilakukan langsung menggunakan tronton,” ujarnya.
Dia menambahkan, untuk pengangkutan koper disiapkan sekitar delapan tronton, guna mengangkut koper dari delapan kloter.
Koper akan dibawa oleh masing-masing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) menuju titik pengumpulan, sebelum dimuat ke tronton dan diberangkatkan ke Asrama Haji Surabaya.
‘’Itu pelaksanaanya H-1 sebelum jemaah haji berangkat, kita sediakan tronton sekitar delapan. Satu kloter, satu tronton,’’ ujarnya.
Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Non-subsidi Belum Terlalu Pengaruhi SPBU di Kabupaten Lamongan
Setelah pengiriman koper, tahapan berikutnya adalah pemberangkatan jemaah.
Sebanyak 67 bus telah disiapkan untuk mengangkut CJH menuju titik pemberangkatan di Pendopo Lokatantra Lamongan. Setiap rombongan akan diisi 41 hingga 42 CJH dalam satu bus.
‘’Setiap bus juga akan didampingi petugas panitia,” jelasnya.
Ghofur juga mengimbau agar jemaah tidak membawa pengantar dalam jumlah berlebihan.
Dia menyarankan satu pasangan atau satu CJH cukup diantar satu kendaraan, guna menghindari kemacetan dan penumpukan massa di titik penjemputan.
‘’Kami harapkan pengantar cukup melepas di rumah atau lingkungan masing-masing. Tidak perlu sampai ke pendopo, karena area tersebut harus steril dan akan dijaga ketat oleh petugas,” tandasnya.
Baca Juga: Persela Lamongan Atur Strategi Hadapi Barito Putera, Jaga Kebugaran Pemain Inti
Selain itu, pihaknya juga meminta KBIHU untuk mengefisienkan waktu kegiatan seremonial agar tidak membebani kondisi fisik jemaah.
‘’Nanti di KBHU akan saya imbau acara seremonial cukup 7 menit saja, kemudian digeser jemaah melalui bus penjemputan itu menuju pendopo,” katanya. (sip/ind)
Editor : Indra Gunawan