LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi sejak dua hari lalu. Kenaikan harganya cukup signifikan.
Meliputi pertamax turbo Rp 19.400 per liter yang sebelumnya Rp 13.100 per liter, dexlite dari Rp 14.200 per liter menjadi Rp 23.600 per liter, dan pertamina dex Rp 23.900 per liter yang sebelumnya 14.500 per liter.
Baca Juga: Persela Lamongan Atur Strategi Hadapi Barito Putera, Jaga Kebugaran Pemain Inti
Manager SPBU Tikung 5462223 Sunarno mengatakan, kenaikan BBM hanya yang non-subsidi. Kenaikannya cukup signifikan, sekitar Rp 5 ribu per liter.
Namun, kenaikan BBM non-subsidi tersebut tidak terlalu berpengaruh, karena peminatnya minim.
Berbeda, dengan BBM subsidi yakni kebutuhan di tingkat masyarakat sangat tinggi.
Sehingga, dia berharap, untuk bahan bakar penugasan seperti pertalite dan solar harganya tetap. Sedangkan, diakuinya, peminat pertamax juga kalangan tertentu.
‘’Pertamax biasanya kendaraan baru, karena pemilik sudah sadar sebagai bentuk pemeliharaan kendaraan,’’ ujarnya.
Baca Juga: Mitos Jawa Mulai Menghantui Layar Lebar, Lima Rekomendasi Film Horor Ini Wajib Kamu Tonton
Sunarno mengatakan, untuk kebutuhan BBM harian masih normal. Khususnya yang jenis pertalite dan solar.
Setiap harinya sekitar masing-masing sekitar 5 kilo liter (kl). ‘’Kenaikan kebutuhan biasanya karena momen hari besar keagamaan dan tahun baru,’’ imbuhnya.
Manager Communication, Relations, & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi, mengatakan, untuk BBM ada penyesuaian harga mengacu pada formula ESDM.
‘’Kenaikan ini sudah disesuaikan dengan harapan masyarakat lebih sadar untuk menggunakan bahan bakar sesuai kendaraannya,’’ pungkasnya. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan