Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Proyek Pembangunan Jembatan di Jalan Nasional Lamongan Hanya Tunggu Izin Pembukaan Titik Contraflow

M. Gamal Ayatollah • Rabu, 15 April 2026 | 22:39 WIB
Petugas lapangan mengerjakan pengaspalan titik contraflow di jalan nasional. (GAMAL AYATULLAH/RADAR LAMONGAN)
Petugas lapangan mengerjakan pengaspalan titik contraflow di jalan nasional. (GAMAL AYATULLAH/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Skema rekayasa lalu lintas di jalur poros nasional Lamongan-Babat terus dimatangkan.

Terbaru, median jalan di Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk, telah rampung dibongkar.

Titik tersebut dipersiapkan sebagai jalur pindah arus untuk pelaksanaan uji coba contraflow.

Baca Juga: Residivis SS Asal Lopang Jalani Persidangan di PN Lamongan, Terancam 20 Tahun Penjara

​Pengawas Lapangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali PPK 4.5 Arvian Zanuardi menyatakan, pengerjaan fisik di lokasi tersebut kini memasuki tahap krusial.

‘’Median jalan sendiri tentunya sudah selesai dilakukan pembongkaran di wilayah tersebut,’’ terang Arvian kemarin (14/4).

​Setelah pembongkaran median tuntas, fokus beralih pada pengaspalan bekas bongkaran agar elevasi jalan sejajar.

Arvian menyebut, meski pengaspalan rampung, titik yang disiapkan sebagai contraflow tersebut tidak serta-merta langsung dibuka untuk umum.

Baca Juga: Uji Coba Tuntas, Kelanjutan Status JLU Lamongan Belum Jelas

Pihaknya masih harus menuntaskan tahapan koordinasi teknis dengan Polres Lamongan dan pihak terkait.

Rencananya, pengajuan izin pembukaan jalur untuk uji coba akan dilakukan dalam waktu dekat.

Hal ini penting mengingat pemberlakuan contraflow memiliki risiko tinggi terhadap kepadatan arus lalu lintas.

‘’Mungkin saya akan mengajukan izin besok (hari ini, red) untuk pembukaan uji coba dan yang lainnya," imbuhnya.

​Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pembahasan bersama pihak kepolisian.

Jangan sampai rekayasa jalan justru memicu kemacetan panjang yang tidak terkendali, mengingat durasi pengerjaan proyek jembatan atau jalan di titik tersebut diprediksi memakan waktu cukup lama.

​‘’Pembongkaran (median) sendiri dari barat serta timur jalan diambil sepanjang 20 meter guna kebutuhan contraflow,’’ ujar Arvian.

Baca Juga: Cuaca Terik, Harga Garam Terjun Bebas

​Berdasarkan rencana, proyek ini akan berlangsung hingga akhir tahun sebelum arus lalu lintas kembali normal.

Setelah proses pembongkaran dan pengaspalan ini, akan dilanjutkan dengan pengerjaan fisik lainnya.

‘’Untuk uji coba, tentunya masih menunggu pihak terkait,’’ pungkasnya. (mal/ind)

Editor : Indra Gunawan
#jalan nasional #lamongan #BBPJN Jatim-Bali