radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Tanaman tebu di wilayah Kabupaten Lamongan dilaporkan tumbuh subur dan minim gangguan hama. Diperkirakan dua bulan lagi sudah masa panen.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Bakrudin Zuhri, menjelaskan, selama ini hama tebu sudah bisa diminimalisasi.
Produktivitas tebu di Lamongan saat ini rata-rata mencapai 685 kuintal per hektare.
Baca Juga: PMK di Lamongan Melandai, Sisa Empat Sapi Dalam Masa Perawatan
Angka tersebut dinilai cukup stabil dan menguntungkan bagi para petani lokal. Apalagi, tebu petani semuanya dibeli pabrik.
“Alhamdulillah, laporan tim di lapangan semua tebu petani dibeli dengan harga sesuai kualitas, dan mereka juga bisa tanam lagi,” jelasnya.
Hingga saat ini, tercatat luas tanam tebu di Lamongan mencapai sekitar 3.103 hektare.
Sistem tanam petani terdiri atas bongkar ratoon atau tanam baru seluas 273 hektare, dan selebihnya rawat ratoon alias perawatan tanaman lama. Tebu bisa dirawat hingga empat sampai lima kali ratoon dengan satu tahun hanya sekali panen.
Menurut Bakrudin, pemerintah terus membantu dalam pembibitan maupun kemudahan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi supaya petani lebih untung.
Hingga saat ini, sentra perkebunan tebu ini masih didominasi wilayah selatan yang berdekatan dengan kawasan hutan.
Mulai dari Kecamatan Modo, Sambeng, Mantup, Kembangbahu, hingga Bluluk. Terkait perluasan, Bakrudin mengatakan belum bisa dilakukan. Tanaman ini pernah dikembangkan, namun tidak semua berhasil.
“Biasanya hanya petani tertentu yang tanam komoditi tebu dan tembakau,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma