radarlamongan.co - jawaposradarlamongan — Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lamongan terjun bebas.
Jika Februari lalu masih tercatat 42 ekor sapi yang terisolasi, maka kini angkanya menyusut drastis.
Berdasarkan data terbaru di lapangan, tersisa empat ekor sapi saja yang masih dalam masa perawatan intensif.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Shofiah Nurhayati, menjelaskan, angka kesembuhan dari PMK tahun ini sangat tinggi.
Bahkan angka kematiannya juga kecil dari jumlah kasus ditemukan.
Dari 444 ekor sapi yang masuk ke Lamongan, sebagian besar terjangkit virus saat tiba.
Sebanyak 250 ekor di antaranya berhasil sembuh total berkat penanganan cepat.
“Angka kesembuhannya tinggi karena peternak mulai sadar memisahkan kandang ternak sakit dan sehat supaya tidak menularkan,” jelasnya.
Shofi mengaku saat ini mobilisasi ternak di pasar hewan sangat tinggi. Peternak mulai membeli sapi karena dua bulan lagi idul adha.
Dia terus mengingatkan pembeli untuk terus melapor kepada petugas kesehatan setempat. Tujuannya, memastikan ternak yang dibeli dalam kondisi sehat.
Shofi menuturkan, sebagian besar sapi lokal sudah mendapatkan vaksin sehingga memiliki kekebalan tubuh yang cukup. Vaksin ini masih berlanjut dan dilakukan setiap enam bulan sekali.
Dia mengingatkan peternak untuk rutin melakukan disinfeksi kandang dan memanfaatkan layanan puskeswan. Dokter hewan juga veteriner bakal membantu pengobatan. “Kita usahakan sapi-sapi di Lamongan sehat dan produktif,” ujarnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma