radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Aktivitas akademik pelajar dan mahasiswa menjadi faktor penentu utama ramai atau sepinya di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Lamongan.
Tingkat kunjungan selama ini menunjukkan tren fluktuatif yang dinamis.
Data Dinas Kearsipan dan Perpusatakaan Daerah Lamongan, grafik kunjungan sepanjang 2024 menunjukkan lonjakan di awal tahun.
Pada Januari, tercatat 12 ribu pengunjung dan meroket menjadi 14 ribu pada Februari.
Angka tersebut sempat stabil hingga Juni, sebelum akhirnya mencapai puncak tertinggi pada Agustus dengan 17 ribu pengunjung.
Namun, memasuki akhir tahun, kunjungan merosot tajam di angka 8,5 ribu pada November dan menyisakan 6 ribu orang pada Desember.
Memasuki 2025, gairah membaca kembali pulih. Awal tahun mencapai angka 17 ribu kunjungan.
Meski sempat melandai di angka 11 ribu pada Maret dan stagnan hingga Agustus, tren positif kembali terlihat di penghujung tahun dengan rata-rata 15 ribu kunjungan pada November dan Desember.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpusatakaan Daerah Lamongan, Ummuronah, menjelaskan, kunjungan perpustakaan masih terhitung tinggi.
Setiap bulannya minimal 8 ribu pengunjung. Selain menambah jumlah referensi dan koleksi, perpustakaan juga menggandeng sekolah untuk kegiatan pembelajaran di perpusda.
Menurut dia, selain koleksi yang tertata di rak, juga ada koleksi buku online.
Sehingga, mahasiswa maupun pelajar memiliki banyak referensi bacaan.
“Kita upayakan agar koleksi selalu ada yang baru dan dilengkapi sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Ummuronah mengatakan, banyak program yang disiapkan untuk mengajak anak - anak senang membaca.
Mulai dari dongeng anak PAUD, widuri sebumi, hingga motor literasi untuk anak Lamongan (Molena).
“Kita berusaha meningkatkan literasi anak melalui perpustakaan keliling dengan mobil maupun motor yang menari untuk anak-anak khususnya,” terangnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma