radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Di Kabupaten Lamongan, 74 ekor sapi masih terserang penyakit mulut dan kuku (PMK).
Selain itu, ada 6 sapi yang mati akibat penyakit tersebut.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Shofiah Nurhayati, mengatakan, timnya sudah aktif melakukan skrining dan pengecekan ke peternak.
Puluhan sapi yang sakit itu sebagian besar baru beli dari luar kota dan belum mendapatkan vaksinasi.
“PMK ini kembali ditemukan beberapa bulan terakhir karena memang masyarakat sudah mulai membeli sapi persiapan untuk Idul Adha,” ujarnya.
Shofi menuturkan, penularan PMK sangat mudah, bisa melalui air liur.
Apabila ada sapi sakit, maka harus segera dipisahkan kandangnya.
Tujuannya, mencegah penularan hingga proses observasi selesai.
Shofi berharap kerjasama peternak terus ditingkatkan dengan aktif melapor ke petugas kesehatan hewan terdekat.
Menurut dia, cukup sulit melakukan pengetatan di pasar hewan.
Ketika dilakukan pemeriksaan, maka rata - rata sapi sehat.
Namun, sehari kemudian mulai bergejala dan sakit. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma