radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar Bengawan Solo memanfaatkan perahu untuk melakukan penyeberangan.
Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, Dianto Hari Wibowo, melalui Kabid Angkutan, Toni, menjelaskan, moda transportasi tersebut sangat membantu masyarakat sekitar untuk bekerja dan melakukan aktivitas sehari - hari.
Menurut dia, angkutan perahu sudah berjalan lama.
Setiap debit bengawan tinggi, selalu diimbau untuk tidak beroperasi.
“Kita berikan himbauan, tapi tim juga terus melakukan pemantauan ke lokasi untuk memastikan situasi aman,” jelasnya.
Toni mengatakan, angkutan perahu penyeberangan lebih efektif waktu dan murah.
Dengan menyeberang bengawan, masyarakat sudah bisa sampai ke desa tujuan.
Hingga sekarang ada 11 titik penyeberangan yang masih aktif.
Di antaranya, Desa Banaran, Babat – Widang, Tuban; Kedayung, Laren - Dusun Bonten, Desa Brumbun, Maduran.
Kemudian, Desa Mojoasem, Laren - Desa Siwuran, Maduran; Desa Siser, Laren – Klagen, Maduran; dan Desa Bulutigo, Laren - Desa Pangean, Maduran.
Tarif penyeberangan ditentukan masing - masing pemilik perahu.
Menurut Toni, tidak ada kewajiban retribusi ke pemerintah.
Dinas hanya mengingatkan agar ketika debit tinggi supaya tidak memaksa untuk mengangkut penumpang.
“Kalau dirasa debit tinggi, sebaiknya jangan beroperasi untuk keselamatan bersama,” terangnya.
Toni menuturkan, tahun ini pemerintah memberikan bantuan pelampung untuk mendukung operasional para pekerja.
Harapannya, pelampung bisa dimanfaatkan dengan baik dan dapat meningkatkan keselamatan pengguna angkutan tersebut.
“Karena intensitas hujan tinggi, jadi debit bengawan naik turun, kemarin masih aman,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma