radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lamongan menyalurkan bantuan melalui program 1 Desa 6 mustahik.
Pentasharufan dilakukan langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, kepada 300 mustahik dari 29 desa Se-Kecamatan Glagah dan 21 desa Se- Kecamatan Karangbinangun di Balai Desa Glagah Kamis (18/12).
Selain pentasharufan program 1 desa 6 mustahik, Bupati Yes juga menyerahkan beasiswa santri dan wakaf.
Program 1 desa 6 mustahik adalah pemberian bantuan uang tunai Rp 600 ribu yang disalurkan Baznas Kabupaten Lamongan kepada 6 mustahik di setiap desa di Kabupaten Lamongan, dengan total 474 desa dan kelurahan dengan rincian 12 kelurahan dan 462 desa di 27 Kecamatan Se-kabupaten Lamongan.
Bantuan ini diserahkan secara rutin setiap satu semester.
Dengan total anggaran yang dikeluarkan untuk program 1 desa 6 mustahik ini sebesar Rp 1.706.400.000 tiap semester, atau Rp 3.412.800.000 satu tahun.
Bupati Yes dalam sambutannya mengatakan, pentasharufan bantuan bertujuan membantu masyarakat yang kurang sejahtera dalam mencukupi kebutuhannya.
Mayoritas dana yang didapatkan Baznas Kabupaten Lamongan berasal dari zakat 2,5 persen gaji ASN Kabupaten Lamongan.
Enam mustahik per desa merupakan salah satu kelompok penerima dana Baznas Kabupaten Lamongan.
Dana lainnya juga dimanfaatkan untuk membantu mengentas angka kemiskinan.
“Instruksi yang saya buat (mewajibkan ASN untuk memberikan zakat) mendapatkan banyak antusias dari ASN dan lainnya. Sehingga program ini terus berkembang. Awalnya 1 desa1 mustahik, sekarang menjadi 1 desa 6 mustahik. Semoga kedepannya terus meningkat, sehingga dapat membantu mensejahterahkan saudara kita yang membutuhkan,” Jelas Bupati Yes.
Ketua Baznas Kabupaten Lamongan, Bambang Eko Muljono, mengatakan, pentasharufan bantuan pada program 1 desa 6 mustahik ini meningkat dari tahun lalu yang 1 desa 5 mustahik.
Peningkatan program ini karena jumlah zakat, infak, dan shodaqoh yang terkumpul di Baznas Kabupaten Lamongan juga semakin meningkat.
“ Dana yang disalurkan diperoleh dari zakat, infak dan shodaqoh masyarakat Lamongan, khususnya dari ASN yang menyisihkan sebagian gajinya.” Ujar Bambang. (mer/*)
Editor : Arya Nata Kesuma