radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Empat puluh ekor sapi ternak di Lamongan masih sakit dan terindikasi terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Shofiyah Nurhayati, menjelaskan, sapi – sapi tersebut sudah dalam perawatan tim medis.
Gejalanya, menurut dia, sapi mengalami lendir berlebih dan hepersalivasi atau sariawan di mulut, serta tidak mau makan dan minum.
Shofi berharap peternak bisa kooperatif.
Meski ditemukan kasus PMK, penularannya bisa ditekan.
Sapi yang terkena PMK rata - rata baru beli.
Sedangkan sapi lama sudah mendapatkan booster dua dan tiga, sehingga kekebalan tubuhnya cukup bagus.
“Jadi kita mulai perketat lagi di jalur jual beli, supaya sapi yang masuk semuanya sehat,” katanya.
Shofi meminta peternak yang baru membeli sapi, melapor ke petugas kesehatan hewan.
Tujuannya, mendeteksi dini apakah sapi tersebut sudah divaksin atau belum.
Juga memastikan kondisinya sehat.
Dia mengatakan, program vaksin booster berlanjut hingga 2030.
Menurut Shofi, dari kasus yang ditemukan, rata-rata sembuh dan tidak ada yang mati.
“Kita terus mengajak masyarakat lebih aktif untuk mencegah,” ujarnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma