radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkawan) Lamongan menemukan 36 ternak sapi terkena penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kepala Disnakkawan Lamongan, Shofiah Nurhayati, menjelaskan, temuan kasus ini dari hasil skrining dan laporan peternak melalui petugas di lapangan.
Seluruh ternak yang terjangkit PMK kini sudah diisolasi.
Ternak – ternak itu dalam pengobatan petugas.
Menurut dia, rata - rata kasus pada ternak yang ditemukan hasil pembelian dari luar kabupaten.
Kasus PMK yang ditemukan itu, masih bisa disembuhkan semua.
“Ternaknya sudah dilakukan pengobatan sesuai dengan keluhannya, dan edaran (waspada PMK) ke kecamatan sudah kita berikan,” jelasnya.
Shofi menuturkan, gejala yang dialami ternak pada kasus PMK ini di antaranya, lendir berlebih dan hepersalivasi atau sariawan di mulut, serta di sela kuku terdapat luka.
Karena sariawan, ternak tidak mau makan dan minum.
Dia berharap peternak lebih aktif melapor setelah membeli hewan dari luar Lamongan.
“Cuacanya kurang baik, ternak juga rentan sakit. Jadi, harus menjaga kebersihan kandang dan aktif melapor,” tuturnya.
Shofi menambahkan, pelaksanaan vaksinasi ternak di Lamongan sangat cukup dan akan berlanjut setiap enam bulan sekali.
Anggarannya, 42 ribu vaksin menggunakan APBN dan 13 ribu vaksin dari APBD provinsi.
Menurut dia, ternak yang belum divaksin bisa melapor ke petugas.
Vaksin ini sebagai bentuk perlindungan dan menjaga kekebalan tubuh ternak, sehingga tidak mudah sakit. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma