radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Penyakit gula darah harus diwaspadai.
Berdasarkan data laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, 7.410 orang dari 212 ribu orang yang mengikuti cek kesehatan gratis (CKS) menderita hiperglikemia atau kondisi gula darah terlalu tinggi.
Selain itu, 1.613 orang dinyatakan hipoglikemia atau kondisi gula darah terlalu rendah.
Serta 32 orang mengalami prediabetes, yakni kondisi dimana kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tapi belum mencapai level diabetes tipe 2.
Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Lamongan, dr Yany Khoirurakhmawati, mengatakan, hasil pemeriksaan memang sangat dijaga kerahasiaannya.
Namun, masyarakat bisa lebih waspada lagi dan melakukan pencegahan dini.
Dia menjelaskan, prediabetes tidak menunjukkan gejala.
Sedangkan hiperglikemia atau kondisi gula yang terlalu tinggi ini biasanya gejalanya sering buang air kecil, rasa lelah berlebihan, dan pandangan kabur.
Hasil pemeriksaan akan dilaporkan secara rinci ke pasien.
Sehingga mereka bisa melakukan pencegahan dan pengobatan sesuai kebutuhan.
“Biasakan jaga pola hidup dan rutin berolahraga, minimal melakukan aktivitas fisik,” sarannya.
Kepala Dinkes Lamongan, dr Chaidir Annas, menuturkan, cek kesehatan gratis sudah diakses 344 ribu warga Lamongan.
Jika dipersentase, maka sudah mencapai 69 persen.
Dia menilai kesadaran warga Lamongan untuk CKG tertinggi ke-enam di Jawa Timur.
Menurut Annas, cek kesehatan gratis ini bisa mendeteksi dini, mencegah komplikasi, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan.
Serta mengurangi biaya kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Sebaiknya yang belum, bisa melakukan tes karena menyasar semua kalangan,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma