radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Persiapan operasional Trans Jatim Koridor VII terus dilakukan.
Ermawan Ristanto, sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan, saat ini dilakukan pemasangan sarana dan prasarana.
Salah satunya, pemasangan rambu warning light.
Rambu itu dipasang di antaranya di pertigaan Plembon – Made dan dekat kantor Pemkab Lamongan.
‘’Untuk halte sendiri, sampai saat ini belum dilakukan pemasangan,’’ tuturnya.
Dia memerkirakan pendirian halte dilakukan awal bulan nanti.
Rencananya, halte – halte itu dibangun di dekat sekolah.
Di Jalan Veteran Lamongan misalnya. Direncanakan ada tiga titik.
Yakni, depan kampus Unisla, SMAN 1 Lamongan dan SMAN 2 Lamongan.
Kemudian, di Jalan Mastrip Lamongan bakal ada halte di dekat SMPN 3 Lamongan, serta di depan kampus Unisda.
‘’Sebanyak 39 titik halte yang akan dipasang di wilayah Lamongan ini, ’’ imbuhnya.
Seperti diberitakan, Dishub Jatim awalnya menyiapkan bus Trans Jatim koridor VII untuk rute Sidoarjo - Surabaya melalui jalur Krembung, Krian (Sidoarjo), melewati Legundi dan Driyorejo (Gresik), lalu ke Karangpilang (Surabaya) dan masuk ke Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) Surabaya.
Namun, koridor itu mendapatkan penolakan dari Pemkot Surabaya.
Alasannya, menjaga trayek yang sudah ada. Transportasi umum yang masuk Terminal Joyoboyo adalah Suroboyo Bus, Feeder Wira-Wiri, dan angkot.
Dishub akhirnya mengalihkan koridor tersebut ke wilayah Lamongan.
Rencananya, bus berangkat dari Terminal Lamongan, menuju Jalan Basuki Rahmad Lamongan - Mastrip hingga pertigaan Plembon.
Selanjutnya, ke utara hingga kampus Unisda dan pertigaan Sukodadi, kemudian menuju ke Paciran.
Sementara dari Paciran, rute bus hampir sama. Hanya, ketika di Jalan Basuki Rahmat, bus lurus hingga belok ke Jalan Ahmad Dahlan – Sunan Drajat – Jalan Sumargo.
Selanjutnya, belok ke arah Jalan Veteran, melewati kampus Unisla, MAN 1 Lamongan, SMAN 1 Lamongan, SMKN 2 Lamongan, SMPN 2 Lamongan, dan SMAN 2 Lamongan hingga ke jalan nasional arah terminal. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma