radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Dari Januari hingga bulan Juli ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan menemukan 1.882 kasus tuberkulosis (TB).
Sebanyak 141 kasus di antaranya penderitanya anak – anak.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Lamongan, dr Mafidhatul Laely, mengatakan, ada 12.769 orang yang diskrining.
Baca Juga: Kasus Tuberkulosis (TBC) di Lamongan Meningkat, Begini Penjelasan Dinkes
Menurut dia, banyak yang tidak menyadari kasus TB.
Kasus anak bisa dipastikan karena terpapar orang dewasa.
Gejala TB anak ditandai dengan batuk lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, penurunan berat badan atau berat badan tidak naik dalam penimbangan di posyandu.
Kemudian, badan lesu dan mudah lelah, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
“Kami berharap kesadaran untuk periksa agar tidak sampai menularkan, apalagi ke anak - anak,” pintanya.
Fidha mengatakan, penyakit TB bisa disembuhkan dengan minum obat teratur.
Skrining bertujuan menemukan kasus sebanyak - banyaknya supaya petugas bisa memberikan obat dan dilakukan pemantauan minum obat sampai sembuh.
Ketika kasus ditemukan, lanjut dia, sedini mungkin dilakukan pelacakan investigasi kontak untuk mencegah penularan pada orang sekitar.
Petugas juga akan memastikan lingkungan rumah sehat, terdapat pencahayaan dan ventilasi yang cukup.
“Kasus TB ini selalu ada, semakin banyak yang ditemukan akan bagus untuk pengobatan,” imbuhnya.
Fidha menuturkan, kasus TB di Indonesia ini sangat tinggi.
Sebab, penularannya cukup mudah, melalui inhalasi (terhirup) masuk hidung dan mulut.
Dari saluran pernapasan TB akan masuk hingga mencapai alveolus yang ada di paru-paru, kemudian bertemu dan dimakan oleh makrofag. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma