radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Janur kuning menjamuri sejumlah pasar tradisional beberapa hari terakhir.
Namun, sejumlah pedagang merasa penjualannya tak seramai tahun lalu.
Sutiah, 52, salah satu penjual janur tersebut, mengatakan, penjualan hingga malam nisfu syaban menurun dibandingkan tahun lalu.
Baca Juga: Jatah Urea – NPK Subsidi Berkurang, Segini Kuota Pupuk untuk Lamongan
Tahun lalu, dia bisa dua kali mendatangkan janur dari Lumajang.
Saat ini, hanya mendatangkan sekali.
Itu pun belum habis.
Baca Juga: Ngopi dan Main Game di Dua Warung, 39 Siswa Terjaring Razia Satpol PP
''Ini belum habis Mas, padahal janur didatangkan tiga hari.
Malam ini (tadi malam, Red) terakhir buat ketupat,'' jelas penjual asal Kecamatan Dander, Bojonegoro yang berjualan di salah satu pasar di Kecamatan Lamongan.
Satu ikat janur dijual Rp 25 ribu. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma