radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Temuan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lamongan sudah menembus 1.540 sapi per Selasa (4/2).
Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, 830 ekor sapi dinyatakan masih sakit, 90 ekor mati, 72 ekor dipotong bersyarat, dan 548 ekor sembuh.
Kepala Disnakkawan Lamongan, Shofiyah Nurhayati, menjelaskan, penularan PMK sangat cepat.
Penularannya melalui hewan dengan hewan, hewan dengan manusia, dan hewan dengan benda.
Jika ditemukan kasus baru PMK, maka lokasi sekitar harus segera disterilisasi atau disinfeksi.
Sapi yang tertular, sebaiknya langsung diisolasi.
“Kasus sapi mati ini sebenarnya terlambat penanganan dan belum mendapatkan vaksin, sehingga sapi tidak bisa sembuh dan mati,” jelasnya.
Angka kasus itu meningkat dibandingkan data per 21 Januari.
Saat itu, ditemukan 1.132 sapi tertular dengan 57 sapi mati.
Shofi mengklaim, hasil analisa, sapi yang terkena PMK rata - rata riwayatnya beli dari kabupaten lain.
Karena itu, pasar hewan ditutup sementara untuk menekan temuan kasus baru.
“Saat ini kita berupaya memberikan vaksin semaksimal mungkin.
Semoga upaya ini bisa menurunkan angka penularan,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma