radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Angka penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lamongan terus bertambah.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Shofiah Nurhayati, mengatakan, data per Kamis (9/1), ada 527 kasus hewan sakit.
Dari jumlah itu, 133 ekor sembuh, 22 ekor mati, dan 26 ekor dipotong. Sisanya, dalam pengobatan.
Shofiah menjelaskan, ternak yang sakit akan dipisahkan untuk kandangnya agar tidak menularkan ke ternak lain.
Sementara itu, Pasar Hewan Tikung dan Babat ditutup sebagai upaya biosecurity untuk menekan penularan.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan, pemkab akan berupaya menekan penyebaran kasus.
Pasar hewan akan ditutup sampai kondisi kembali membaik.
Menurut bupati, kasus PMK kembali muncul tidak hanya di Lamongan, tapi Jawa Timur.
“Kita dorong peternak agar melakukan vaksinasi mandiri untuk menyelamatkan ternak yang sehat, kemudian untuk pencegahan kita tutup pasar sementara agar pembelian memaksimalkan ternak lokal,” ujar Bupati Yes. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma