radarlamongan.jawapos.com, Lamongan - Pembangunan jalan usaha tani (JUT) tahun ini dianggarkan untuk 30 titik.
Hingga Oktober ini, baru selesai sekitar 40 persen atau 12 titik jalan usaha tani yang rampung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Wahyudi, menjelaskan, jenis bangunan untuk jalan usaha tani berupa perkerasan dan rabat beton.
Hal itu menyesuaikan kondisi tanah.
Menurut dia, jalan usaha tani merupakan peningkatan infrastruktur pertanian yang akan terkoneksi dengan jalan poros desa.
Jalan usaha tani ini untuk memutus rantai penjualan yang panjang.
Petani lebih mudah menjual panennya.
“Selama ini penjualan melalui perantara yang panjang dan keuntungan petani menipis, jadi sekarang dibantu peningkatan infrastrukturnya,” jelasnya.
Wahyudi menuturkan, pengerjaan baru bisa dilakukan setelah panen.
Meski demikian, target selesainya akhir tahun.
Sistem pembangunannya penunjukan langsung dengan nilai kontraknya rata - rata Rp 200 juta.
Karena menyesuaikan mobilisasi panen petani, maka pekerjaan baru maksimal di triwulan akhir.
“Ada pekerjaan yang swakelola, tapi 30 paket ini kontraktual semua karena pembangunannya ada pelebaran juga,” tuturnya.
Pelebaran jalan sekitar dua meter.
Tujuannya, kendaraan roda tiga bisa masuk.
Selain itu, drainase juga harus dipertimbangkan. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma