LAMONGAN, Radar Lamongan — Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata sesuai progress pada semester satu ini.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan mendata realisasi PAD wisata 51 persen mulai Januari — Juni 2024. Yakni realisasinya Rp 788, 2 juta, dari target Rp 1,5 miliar.
Dan harapan kami tentu diakhir tahun dapat terealisasi semuanya, tutur Kepala Disparbud Lamongan, Siti Rubikah kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (28/7).
Rubikah, sapaan akrabnya menyatakan, ada beberapa kendala dalam menarik minat pengunjung ke obyek wisata yang dikelola. Misalnya di Waduk Gondang yang sepi pengunjung, karena sarpras kurang mendukung.
Kami juga sudah melakukan terobosan untuk para investor, apabila ingin kerjasama dengan pemerintah daerah untuk melakukan pengelolaan di Waduk Gondang. Tapi sampai sekarang belum ketemu (investor, Red), ujarnya.
Pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Terutama terkait persyaratan dalam pengembangan sangat luar biasa. Rubikah mengatakan, pihaknya sudah menyusun master plan.
Kami belum memenuhi persyaratan harus memenuhi DED, kendala izin, imbuhnya.
Wakil Ketua II DPRD Lamongan, Darwoto menilai, sektor pariwisata harus lebih dioptimalkan, karena banyak wisata yang bisa dikembangkan. Apalagi, diakuinya, Waduk Gondang menjadi salah satu obyek wisata yang belum optimal.
Harapan harus jemput bola, kemudian desa wisata harus ditingkatkan lagi, ucap politisi F-PDIP tersebut. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta