LAMONGAN, Radar Lamongan – Hasil panen sebagian petambak yang tidak menggembirakan mendapat perhatian anggota komisi B DPRD Lamongan, Ning Darwati.
Sebab, ikan tidak bisa membesar.
Dia meminta dinas terkait atau petugasnya terjun ke lapangan untuk meneliti faktor yang menjadi penyebab pertumbuhan ikan tidak maksimal.
‘’Karena apa? Apa kekurangan pupuk, kurang pakan, atau jenis tambaknya. Harus ada perhatian pemerintah langsung kepada petambak,’’ ujarnya.
Jika terkait pupuk, maka OPD perlu duduk bersama dengan petambak untuk mencari solusi bersama.
Sehingga, ada ide bila pupuk subsidi dihapus.
‘’Yang mana nanti bisa mensejahterakan petambak. Hasil tambak bisa meningkat pesat,’’ ujarnya.
Kabid Perikanan Budidaya, Dinas Perikanan Lamongan, Naila Maharlika, mengatakan, masa pemeliharaan bandeng bisa sampai enam bulan.
Terkait bandeng yang tidak besar saat dipanen, ada beberapa kemungkinan.
Di antaranya, curah hujan yang kurang dan pola tanam yang mengharuskan segera berganti padi.
Sehingga, panen dilakukan dengan resiko ikan masih kecil.
‘’Sebagai usaha agar tidak merugi, maka dibuat inovasi dengan menjual bandeng hidup,’’ ujarnya.
Kemungkinan lain, usaha penggelondongan atau masa budidaya tahun ini pendek.
Sehingga, bandeng tidak bisa besar.
‘’Jadi pembudidaya berupaya supaya tidak merugi, dengan menjual dalam kondisi hidup. Bisa untuk dibesarkan lagi atau untuk umpan,’’ ujarnya.
Terkait efek pupuk, Naila mengatakan, bantuan pupuk nonsubsidi dari KKP untuk 162 pokdakan.
‘’Insya Allah distribusi akhir bulan Juli atau Agustus,’’ katanya. (sip/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma