LAMONGAN, Radar Lamongan - Perusahaan otobus (PO) Rabu siang (22/5) dikumpulkan Satlantas Polres Lamongan.
Bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Lamongan dan jasa raharja setempat, mereka membahas upaya penekanan angka kecelakaan di jalan raya.
Sebab, dalam beberapa hari terakhir ramai adanya kecelakaan bus pariwisata.
Terakhir, ada insiden di tol Jombang–Mojokerto pada Selasa (21/5) malam.
Kecelakaan bus itu menimpa bus yang membawa rombongan siswa SMP PGRI 1 Wonosari Malang.
Guru pendamping dan kernet bus meninggal di lokasi kejadian serta 14 siswa mengalami luka-luka.
Kemudian kecelakaan bus di Lampung yang membawa rombongan peserta study tour dari MIN 1 Pesisir Barat.
Kecelakaan di ruas jalan lintas barat (jalinbar), tepatnya di Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, itu terjadi Rabu sekitar pukul 01.30.
‘’Acara ini meminimalisasi serta menekan angka kecelakaan di Lamongan,’’ ucap Kasatlantas Polres Lamongan, AKP Widyagana Putra melalui Kanit Gakum Polres Lamongan, Ipda Hadi kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Dia mengingatkan pihak SMA/SMK yang hendak melakukan penyewaan bus agar memerhatikan izin dan kelayakan kendaraan.
‘’Saya juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap menaati rambu – rambu lalu lintas,’’ imbuhnya
Heri Santoso, staf Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Lamongan, mengatakan, banyak masukan terkait studi banding dan lainnya bagi sekolah - sekolah di Lamongan untuk ke depan.
‘’Tadi dijelaskan mulai dari kelayaan bus serta izinnya sehingga layak digunakan,’’ katanya yang mengikuti kegiatan tersebut. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma