LAMONGAN, Radar Lamongan - Lebaran ketupat membuat kita sering disuguhi kupat dan sayur campuran santan seperti opor. Jika pola makan kita sudah teratur, maka bolehkah memakan hidangan tersebut dengan mengurangi porsinya di beberapa tempat?
Lebaran ketupat membuat kita lebaran bila porsi dan menu seimbang lainnya tak diperhatikan. Makan opor atau ketupat tidak dilarang. Namun, yang perlu diingat pengurangan porsi saja.
Apalagi, ada acara keluarga harus menghormati yang punya acara. Jadi, tetap boleh dimakan dengan tetap memperhatikan porsi dan pelengkap atau pendamping makanan lainnya agar tetap memenuhi zat gizi yang seimbang. Seperti sumber protein dari lauk, serat sayur dan buah.
Kemudian, hati - hati dengan santan yang sudah mengalami pemanasan berulang - ulang karena akan berubah menjadi lemak trans sumber kolesterol jahat.
Untuk takaran persajian makanan, 150 gram ketupat, sepotong sedang daging atau ayam tanpa lemak gajih, sepotong sedang tahu atau tempe, setengah mangkok sayur labu siam, dan buah atau jus tanpa gula.
Selanjutnya, usahakan dalam sehari hanya konsumsi opor ketupat 1 - 2 kali porsi saja. Imbangi dengan menu sehat lainnya agar status gizi tidak berubah menjadi lebaran, serta kesehatan tubuh tetap terjaga di hari lebaran, terhindar dari penyakit metabolik maupun kardiovaskuler.
Perlu diperhatikan lagi adalah asupan gula. Hindari snack serta minuman manis secara berlebihan. Pilih snack buah segar dan minum air putih lebih disarankan. (sip)
Editor : Arya Nata Kesuma