LAMONGAN, Radar Lamongan — Ahmad Farid Dwi Saputra dan Sukma Manggala tampak rapi mengenakan baju lengan panjang dan kopiah hitam.
Jari-jemari keduanya secara cermat meraba satu per satu huruf braille sembari melantunkan ayat-ayat Alquran.
Suara merdu keduanya terdengar di salah satu ruangan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Lamongan, kemarin (6/4).
Semangat penyandang tunanetra untuk istikamah tadarus di Bulan Suci Ramadan patut menjadi teladan.
Yakni keterbatasan penglihatan tak menghalangi seseorang dalam membaca Alquran.
Bahkan, Farid beberapa kali menjuarai lomba tilawah tingkat Jatim maupun Nasional.
Farid mengatakan, awalnya tampil di madrasah. Kemudian, dia mendapat pujian dari gurunya, yang mengakui jika Farid memiliki bakat pada tilawah.
Hal itu memotivasinya melatih suara dan tilawah lebih intens.
Saya tertarik tilawah, akhirnya berusaha beli HP untuk belajar, terang Qori asal Desa Pringgoboyo, Kecamatan Maduran ini.
Namun, Farid harus berusaha ekstra untuk bisa membeli HP.
Uang hasil memenangkan perlombaan dikumpulkan, hingga akhhirnya bisa membeli HP.
Sederet prestasi yang diraihnya yakni juara satu tilawah di Festival Lomba Seni Siswa Nasional di Jakarta Tahun 2022, serta juara satu tilawah MTQ ke-30 Provinsi Jatim Tahun 2023 di Pasuruan ini.
Farid istikamah belajar tilawah sendiri, yang lebih leluasa dalam melatih nada tinggi.
Bahkan, Farid masih tetap latihan walaupun badannya sedang tidak fit, agar kualitas suaranya tetap terjaga.
Latihan hampir setiap hari. Saya kalau latihan butuh referensi.
Kalau kurang pas saya ngerekam, saya kirim ke guru atau pembina nasional dan teman senior, nanti dikasih pendapat, ucap cowok berusia 19 tahun ini.
Awalnya, dia latihan dari Youtube yang didengarkannya ketika hendak tidur.
Selanjutnya dimaksimalkan dengan pembelajaran lewat pembinaan. Farid sering menerima undangan yang memakan perjalanan jauh.
Terkadang karena capek, kualitas suaranya terpengaruh. Meski begitu, hal itu tak menyurutkan semangatnya.
Habis perjalanan, malam latihan, kadang duet TikTok, ucapnya.
Farid memiliki cara tersendiri untuk menjaga suaranya tetap merdu, yakni dengan tidur cukup dan minum air putih.
Biasanya kebanyakan orang saat menjaga kualitas suara, memiliki pantangan makanan berminyak dan es. Namun, dia tidak memiliki pantangan tertentu.
Intinya jangan menganggap keterbatasan sebagai hambatan, tapi jadikan keterbatasan sebagai jembatan menuju kesuksesan, terangnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta