Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Kandungan Banyak Nilai Gizi, Cabai Aman Dikonsumsi saat Berbuka, tapi Dahulukan Makan Ini

Arya Nata Kesuma • Rabu, 3 April 2024 | 21:57 WIB
JELASKAN KANDUNGAN CABAI: Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, dr Dewi Masitha, Sp.GK. (IST/RDR.LMG)
JELASKAN KANDUNGAN CABAI: Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, dr Dewi Masitha, Sp.GK. (IST/RDR.LMG)

LAMONGAN, Radar Lamongan - Cabai mengandung banyak nilai gizi seperti vitamin A dan C, serat dan antioksidan. Cabai juga mengandung capsaicin untuk meningkatkan nafsu makan. Cabai bisa membantu melancarkan sembelit yang disebabkan oleh kurangnya asupan cairan saat berpuasa.

Menurut dr Dewi Masitha, Sp.GK, kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, pada dasarnya, cabai relatif aman untuk dikonsumsi saat berbuka, asalkan tidak memiliki masalah pencernaan.

Meski begitu, tetap disarankan mengawali buka puasa dengan makanan manis terlebih dulu, agar perut beradaptasi setelah kosong beberapa jam.

Kandungan capsaicin bagi sebagian orang kurang dapat menoleransinya, dapat mengiritasi saluran cerna. Menyebabkan terjadinya gangguan penyerapan cairan pada usus besar yang kemudian menyebabkan diare.

Jika memiliki sakit maag, maka sebaiknya menghindari makanan pedas karena kandungan pada cabai bisa membuat kambuh. Seseorang dengan penyakit ambeien juga tidak disarankan untuk memakan makanan pedas saat berbuka puasa.

Sensasi panas dapat timbul pada dubur yang dapat menyebabkan pendarahan.
Capsaicin adalah zat yang bersifat iritatif. Capsaicin sebenarnya tidak menghasilkan pedas, tapi sensasi panas.

Saat masuk ke dalam mulut, zat ini mulai bekerja dengan mengeluarkan rasa panas yang kemudian menempel pada lidah. Selanjutnya, ujung saraf mengirim sinyal ke otak untuk menerjemahkan panas menjadi rasa pedas.

Capsaicin bekerja merangsang otak dengan mengubah temperatur pada tubuh, sehingga menyebabkan tubuh berkeringat. Setelah mendapat sinyal dari saraf di lidah, otak akan mengirimkan sinyal ke tubuh untuk mendinginkan suhu, yaitu dengan berkeringat. Kemudian tubuh akan bekerja dengan sendirinya untuk menormalkan kondisi tersebut. (sip)

Editor : Arya Nata Kesuma
#gizi #konsumsi #RSML #cabai #Aman