LAMONGAN, Radar Lamongan - Jumlah penyedia jasa penukaran uang di pinggir jalan protokol semakin banyak. Pantauan wartawan koran ini, paling banyak di sepanjang Jalan Basuki Rahmad. Petugas Polres Lamongan mulai mengantisipasi tindak penipuan, dengan melakukan sidak ke seluruh penyedia jasa penukaran uang.
Kasat Sabhara Polres Lamongan, AKP Asik mengatakan, animo masyarakat menukarkan uang baru tentunya meningkat. Sehingga, anggota melakukan pengecekan ke tempat penukaran di tepi jalan untuk mengantisipasi peredaran uang palsu (upal).
Sampai saat ini belum ditemukan adanya upal oleh anggota saat melakukan pengecekan, tutur Asik kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (1/4).
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk jeli dalam melakukan transaksi penukaran uang baru. Terutama meneliti dengan detail yakni dengan menerawang dan meraba uang, guna memastikan uang tersebut benar-benar uang asli.
Jangan malu-malu melakukan hal tersebut. Tentunya sangat penting dalam penukaran uang untuk melakukan pengecekan, imbuhnya.
Selain itu, Asik juga meningatkan kepada penyedia jasa penukaran uang, untuk mewaspadai tindak kejahatan. Terutama tidak lengah dalam menjaga uang yang dijajakan di pinggir jalan tersebut. Harus tetap waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, ucapnya.
Salah satu penyedia jasa penukaran uang di Jalan Basuki Rahmad, Kristian mengaku saat ini jasa penukaran uang masih sepi. Menurut dia, kondisi ini berbeda dengan Ramadan tahun lalu.
Tentunya masih berharap berharap hingga mendekati Lebaran, yakni banyak pekerja dari luar kota pulang kampung, ujar Kristian. (mal/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta