Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Cerita Warjito, Salah Satu Seniman di Lamongan: Belajar Seni Harus dengan Ketertarikan dan Santai (2)

Arya Nata Kesuma • Minggu, 11 Februari 2024 | 00:25 WIB
SENIMAN DAN GURU: Warjito di rumahnya yang dipenuhi karya seni. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
SENIMAN DAN GURU: Warjito di rumahnya yang dipenuhi karya seni. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Saat Warjito diangkat menjadi PNS, dia memutuskan berhenti bekerja di perusahaan Surabaya.

Kini, dia menikmati kesibukannya sebagai guru dan seniman.

Warjito tidak bisa rutin berkarya di bidang seni karena kesibukannya di sekolah.

Jika ada libur panjang, maka dia menyempatkan untuk menyalurkan ide-ide yang sudah mengusik kepalanya. 

Warjito mengaku banyak tetangganya yang datang membawa kayu minta diukirkan menjadi meja hingga pintu.

“Dengan tetangga biasanya barter, mereka punya bonsai saya ganti dengan karya ukir,” kelakarnya.

Kemampuan Warjito di bidang seni rupa tidak bisa diragukan lagi.

Selain lihai di kanvas, dia juga bisa mengukir logam, kulit, hingga fiber.

Kekurangannya, ketika membuat figura misalnya, bisa desain dan potongan kayunya, tapi tidak bisa menempel.

Kedua putri Warjito juga tertarik dengan seni, meski tidak diajarkan secara langsung.

Mereka kerap melihat ketika sang ayah sedang menghasilkan karya.

Bahkan putri pertamanya berhasil menjadi mahasiswi desain Grafis UB.

Warjito menuturkan, anak sekarang tidak bisa dipaksa karena ada kebebasan dalam menentukan apa yang disuka.

Termasuk muridnya.

Mereka yang memang tertarik dengan seni rupa akan diberikan kelas ekstra.

Sebaliknya, mereka yang tidak suka cukup mempelajari dasarnya saja.

Sebab setiap seni ini memiliki pesan dan visi yang akan disampaikan.

Sebagai pekerja seni, seniman tentu menggunakan perasaan di setiap karyanya.

Dia beberapa kali mengajak muridnya belajar di luar ruang untuk mempelajari dan mencari ide sesukanya.

“Seni yang dibuat dengan keseriusan pasti hasilnya bagus.

Jadi belajar seni ini harus dengan ketertarikan dan santai, tidak bisa dipaksa,”  tutur guru seni rupa SMPN 1 Mantup itu. (rka/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#SMPN 1 Mantup #fiber #ukir #lamongan #desain grafis