radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Senyum semringah mengembang di wajah sebagian para petani padi di Lamongan. Memasuki awal musim panen, harga gabah kering panen (GKP) meroket, menembus hingga Rp 7.400 per kilogram (kg).
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Bakrudin, mengatakan, petani wilayah Tikung, Sukodadi, dan Kembangbahu yang mulai panen. Menurut dia, Lamongan memiliki siklus panen yang cenderung berkelanjutan. Baca Juga: Harga Gabah Naik, Lewati Harga Ketetapan Pemerintah
Nyaris tidak ada istilah putus panen di lumbung pangan Jawa Timur ini. Hampir setiap musim ada yang panen padi. Apalagi tahun lalu. Luas tambah tanam cukup tinggi karena manajemen air yang baik. Sebagian petani di beberapa wilayah bahkan mampu melakukan masa tanam hingga tiga kali dalam setahun.
"Tahun ini pemerintah tetap berupaya agar petani bisa tanam padi lagi, dengan berbagai antisipasi yang sedang dijalankan," ujarnya.
Bakrudin memerkirakan bulan depan masa panen raya. Dia berharap harga gabah tetap tinggi supaya petani semangat menanam lagi.
Selain memastikan ketersediaan air cukup, lanjut dia, pemerintah juga berusaha agar akses pupuk mudah. Sehingga produktivitas padi Lamongan tetap tinggi dan mampu bersaing di tingkat nasional. Baca Juga: Panen Melon Greenhouse di Lamongan Tembus Rp20 Ribu Per Kg, Petani Pantura Ini Merasa Lebih Cuan dari Cabai
Dia juga berharap petani terus membuka komunikasi dengan petugas terkait kendala di lapangan agar bisa ditangani bersama. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma