Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Banjir Bengawan Jero di Lamongan Tak Surutkan Semangat Warga Desa di Kecamatan Deket Gelar Sedekah Bumi

Anjar Dwi Pradipta • Senin, 29 Desember 2025 - 05:21 WIB
Warga Dusun Kudu, Desa Weduni Kecamatan Deket tetap menggelar sedekah bumi ditengah kepungan banjir Bengawan Jero, Minggu (28/12).
Warga Dusun Kudu, Desa Weduni Kecamatan Deket tetap menggelar sedekah bumi ditengah kepungan banjir Bengawan Jero, Minggu (28/12).

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Dusun Kudu, Desa Weduni, Kecamatan Deket, Lamongan, yang berada di kawasan aliran Bengawan Jero, kembali dikepung banjir. Curah hujan tinggi yang turun dalam beberapa hari terakhir membuat air meluap dan merendam jalan serta permukiman warga.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk tetap menggelar tradisi sedekah bumi, Minggu (28/12).

Sejak pagi warga sudah berkumpul mengikuti kirab sedekah bumi. Dengan mengenakan beragam kostum, suasana kirab tampak semarak layaknya karnaval tujuhbelasan. Para peserta bahkan berjalan tanpa alas kaki, menerobos genangan air banjir yang merendam jalan-jalan perkampungan.

Meski berada di tengah kondisi banjir, antusiasme warga tetap tinggi. Iring-iringan kirab menyusuri kampung sambil mengusung gunungan raksasa berisi berbagai hasil bumi, mulai buah-buahan hingga aneka jajanan tradisional.

“Melihat kebersamaan warga seperti ini sangat mengharukan. Tradisi tetap dijaga meski kondisinya tidak mudah,” ujar H Ruslan, warga asli Dusun Kudu yang kini menetap di Jakarta.

Baca Juga: Dari Pesisir Lamongan, Arif Rahman Sukses Menyulap Cemara Udang Jadi Bonsai Juara

Usai kirab, kegiatan dilanjutkan dengan acara seremonial yang dihadiri Camat Deket Suwanto Sastrodiharjo serta penceramah KH Abdul Halim Afandi, yang juga merupakan warga asli Dusun Kudu. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pagelaran wayang kulit siang dan malam oleh Ki Dalang Budi Prayitno.

Tradisi sedekah bumi tidak hanya menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi. Kegiatan tersebut dihadiri warga Dusun Kudu, termasuk warga asli yang kini menetap di berbagai daerah dan dikenal sebagai Alumni Dusun Kudu.

Ketua Alumni Dusun Kudu, Manan, mengatakan dusunnya memiliki kekayaan seni budaya yang kuat. Pada masa lalu, Dusun Kudu dikenal memiliki kelompok seni ludruk Putra Budaya. Namun, seiring perkembangan zaman, kesenian tersebut perlahan menghilang. 

“Karena itu, saat sedekah bumi kami menghadirkan wayang kulit sebagai upaya menjaga tradisi seni budaya,” ujarnya.

Mewakili Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang berhalangan hadir, Suwanto, Camat Deket menyatakan akan menyampaikan aspirasi warga terkait persoalan banjir. Terutama kondisi jalan penghubung Desa Sidomulyo–Desa Weduni yang kerap terendam air hingga sekitar 30 sentimeter saat hujan deras.

Ketua Panitia Sedekah Bumi, Kadin Suprapto, menyampaikan kegiatan sedekah bumi di Dusun Kudu rutin digelar setiap tahun. Namun, untuk pelaksanaan yang lebih besar dan meriah, kegiatan tersebut disepakati digelar dua tahun sekali. (jar)

Editor : Anjar D. Pradipta
#sedekah bumi #banjir #Bengawan Jero #lamongan #Kecamatan Deket